Kerja di Luar Negeri Bergaji US$ 3.500/Bulan, Tapi Sulit Punya Rumah

Susahnya Punya Rumah

Kerja di Luar Negeri Bergaji US$ 3.500/Bulan, Tapi Sulit Punya Rumah

- detikFinance
Selasa, 09 Sep 2014 12:30 WIB
Kerja di Luar Negeri Bergaji US$ 3.500/Bulan, Tapi Sulit Punya Rumah
Jakarta - Bagi sebagian orang bisa bekerja di luar negeri dengan gaji besar mungkin jadi impian mereka. Beberapa orang yang bekerja di luar negeri statusnya sebagai tenaga kerja kontrak, dengan penghasilan sangat besar.

Namun gaji besar dan berbagai fasilitas tunjangan, tak menjamin seseorang bisa mudah mendapatkan kredit bank khususnya kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia. Dalam beberapa kasus, status kontrak seseorang pekerja di perusahaan bisa menjadi penyebab bank menolak calon nasabah KPR.

Ceri ini dialami oleh 'YC', ia bekerja di Kuwait dengan gaji US$ 3.500 per bulan atau Rp 35 juta per bulan. Namun bagi 'YC' punya gaji hingga puluhan juta per bulan tak bisa menjadi jaminan untuk bisa punya rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mengalami hal yang sama. Bagaimana caranya? Saya kerja di Kuwait, Roster 4 minggu kerja 4 minggu off, Gaji US$ 3.500," kata 'YC' dalam surat elektroniknya, Selasa (9/9/2014).

YC mengaku, dia sudah pernah berusaha mengajukan KPR ke salah satu bank di dalam negeri, untuk membeli rumah secara kredit. Hasilnya, ia harus gigit jari karena ditolak pengajuan KPR-nya oleh bank.

"Saya pernah mengajukan kredit tapi ditolak," keluh YC dalam surat elektroniknya.

Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga berinisial 'KR'. Ia memiliki suami yang bekerja di luar negeri di sebuah perusahaan Singapura, lokasi pekerjaan suaminya di lepas pantai.

Ia mengatakan, status kerja suaminya di perusahaan hanya sebagai pegawai kontrak yang sudah dijalani selama 2 tahun. Biasanya semua kontrak pekerja termasuk suaminya akan diperpanjang selama bertahun-tahun, dengan setiap tahun harus teken kontrak.

"Gaji suami saya per bulan Rp 32 juta. Walaupun dia sedang off, gajinya tetap dibayar. Karena schedule-nya 2 bulan off dan 2 bulan kerja. Jadi cashflow di rekening berjalan terus," katanya dalam surat elektroniknya, Selasa (9/9/2014).

Bagi Anda yang punya pengalaman soal sulitnya mendapatkan rumah meski sudah berpenghasilan tinggi, bisa kirim ceritanya ke redaksi@detikfinance.com.

(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads