"Rusunawa Rawa Bebek dibangun di atas lahan 17,8 hektar dan akan dihuni 2.100 kepala keluarga," ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Yonathan Pasodung saat di lokasi, Rabu (10/09/2014).
Rencananya di lahan 17,8 hektar ini akan dibangun 14 blok/tower rusunawa berlantai 6. Sebanyak 6 blok akan dibangun Kementerian Perumahan Rakyat, 4 blok dibangun PT Summarecon Tbk, dan 4 blok lainnya dibangun Pemprov DKI Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Pemprov juga berencana akan membangun 2 tower besar 16 lantai. Rencananya jumlah unit hunian yang akan dibangun di 2 tower itu sebanyak 570 unit.
Tarif sewa yang akan dikenakan juga tidak jauh berbeda yaitu sesuai Perda Retribusi yaitu Nomor 3/2007 dengan besaran Rp 150.000-280.000 untuk terprogram. Kalau tidak terprogram atau untuk warga umum itu Rp 300.000-380.000,
"Kita bangun 2 tower 16 lantai 570 unit. Semua fasilitas kita sediakan seperti TK, SD, mesjid, balai kesehatan, taman warga dan kelengkapan PKL dan pertokoan," cetusnya.
Hari ini Gubernur DKI Jakarta yang juga presiden terpilih Jokowi meresmikan rusunawa Rawa Bebek. Rusun ini sebagian dibangun oleh PT Summarecon Agung Tbk sebagai kewajiban perusahaan menyediakan hunian untuk masyarakat bawah.
(wij/hen)











































