Rusun Subsidi di Jakarta Menggiurkan untuk Investasi

Rusun Subsidi Dihuni Orang Kaya

Rusun Subsidi di Jakarta Menggiurkan untuk Investasi

- detikFinance
Rabu, 10 Sep 2014 16:07 WIB
Rusun Subsidi di Jakarta Menggiurkan untuk Investasi
Jakarta - Peruntukan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di Indonesia termasuk DKI Jakarta banyak yang dijadikan alat investasi oleh orang-orang berkantong tebal.

Salah satu alasannya adalah kebanyakan rusunami yang dibangun khususnya di Jabodetabek berada di tempat yang strategis. Sehingga nilai dari unit hunian terus merangkak naik sama halnya seperti apartemen. Selain itu, harga jualnya pada saat diluncurkan hanya Rp 144 juta, kini sudah bisa 2-3 kali lipat.

"Kebanyakan golongan non MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) masuk ke rusunami karena lokasi strategis tujuan mereka sebenarnya lebih motivasi untuk investasi," kata Ketua Asosiasi Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (Aperssi) Ibnu Tadji kepada detikFinance, Selasa (9/09/2014).

Selain itu, menurut Ibnu banyak rusunami yang ada saat ini dikuasai oleh para spekulan. Hal ini sudah terjadi sejak tahun 2008 pasca kebijakan pembangunan rusunami digagas oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) tahun 2007.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rusunami dikuasai spekulan sudah terjadi setelah dicanangkan kebijakan rusunami tahun 2007. Di 2008 sudah banyak investor dan spekulan yang masuk memiliki rusunami," imbuhnya.
Β 
Fenomena ini terjadi akibat peraturan yang tidak jelas serta koordinasi yang tidak matang antara pemerintah khususnya Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan pengembang (Developer) hingga pemerintah daerah.

Seharusnya pemerintah sudah memiliki calon pembeli sehingga pengembang yang menjadi pembangun rusunami hanya tinggal membangun saja. Yang terjadi sekarang adalah pengembang yang mencari pembeli, akhirnya sebagian besar pembeli rusunami merupakan spekulan bukan masyarakat yang membutuhkan rumah seperti Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Ini menandakan program pemerintah soal rusunami harus dikaji ulang. Bahkan MBR sekarang ini semakin sulit mengakses hunian karena gerak mereka terbatas," cetusnya.

Program Rusunami digagas oleh Wapres Jusuf Kalla tahun 2007 sebagai solusi pemenuhan perumahan rakyat, terutama MBR. Saat itu ditargetkan 25.000 unit rusunami terbangun sampai tahun 2009 atau lebih dikenal dengan program 1000 tower rusun.

Masyarakat yang menjadi target mendapatkan rusunami mereka yang berpenghasilan antara Rp 1,2 juta dan Rp 4,5 juta/bulan serta belum memiliki hunian. Untuk mencapai target itu, pemerintah memberikan insentif kepada pengembang antara lain mengizinkan pembangunan terpadu antara unit subsidi dan non subsidi.


Rusunami subsidi, selama ini mendapat beberapa fasilitas keringanan. Dengan harga maksimal Rp 144 juta (sebelum revisi), hunian ini mendapat banyak fasilitas keringanan dari negara seperti subsidi konstruksi bagi pengembang, subsidi bunga KPA, hingga subsidi pajak (PPN).



(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads