PTPP Incar Lahan 6 Hektar Milik RNI di Pancoran

PTPP Incar Lahan 6 Hektar Milik RNI di Pancoran

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2014 15:04 WIB
PTPP Incar Lahan 6 Hektar Milik RNI di Pancoran
Jakarta - PT PP Tbk (PTPP) tengah mengincar lahan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) seluas 6 hektar di kawasan Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan. Lahan tersebut akan digunakan untuk proyek properti perseroan.

Direktur Keuangan PT PP Tumiyana mengaku tertarik dengan lokasi lahan yang dimiliki RNI. Ia pun berniat menggelar pertemuan dengan RNI besok atau lusa.

"Saya tertarik lah di situ. Selama memberikan yield bagus ya tertarik," kata Tumiyana di acara Investor Summit and Capital Market Expo 2014 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kita besok mau ketemuan. Kita lihat besok. Kita mau bahas dulu, ngobrol dulu," katanya.

Dia menambahkan, perseroan masih akan terus mengembangkan proyek-proyek yang ada dan terus mencari lahan baru untuk pembangunan properti.

Saat ini, lahan kosong (landbank) milik PTPP masih ada sekitar 56 hektar. Selain menggarap landbank milik PTPP, perseroan juga bakal melakukan kerjasama dengan BUMN yang punya lahan menganggur.

"Landbank kita 56 hektar, bisa digarap dalam 10 tahun, untuk menjaga sustainability ke depan. Selain landbank yang kita punya, kita kerjasama dengan BUMN yang punya idle land. Kerjasama agar properti ini tetap sustainable," ujar dia.

Sebelumnya, RNI berencana merambah bisnis properti dengan mengembangkan lahan kosong (landbank) miliknya di kawasan Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan seluas 6 hektar. Rencananya, di atas lahan tersebut akan dibangun gedung setinggi 35 lantai namun belum bisa menentukan jenis bangunan yang akan dikembangkan.

Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengaku masih harus mengkaji jenis bangunan apa yang punya prospek bernilai tambah.

"Kita lihat kajiannya, kita belum bikin. Untuk properti, macam-macam tergantung tren kebutuhan masyarakat di sini apa, tergantung pasarnya, bisa perkantoran, hotel, apartemen, convention hall, tergantung," tegas dia.

Ismed mengungkapkan, nantinya pengerjaan proyek ini sepenuhnya akan diserahkan kepada BUMN Karya dan tidak menggandeng pihak swasta.

"Tidak mau menggandeng swasta, kan BUMN juga mampu kok. Kita punya Adhi Karya, Waskita Karya, PP, Hutama Karya yang kemampuannya lebih besar dari swasta. Untuk apa ajak swasta? Nanti saya dibilang menguntungkan pihak lain, kalau sama-sama BUMN kan masuk kantong kiri dan kantong kanan," tutupnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads