"Dari roboh-roboh itu, kita tahu kekurangan kita," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pemukiman Energi dan Sumber Daya Mineral, Rani Sjamsinarsi saat ditemui di acara Rapat Koordinasi Pembinaan Jasa Konstruksi di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Jumat (19/9/2014).
Rani yakin, setiap bencana pasti ada hikmah yang didapat. Untuk kasus banyaknya bangunan yang roboh dan rata dengan tanah ini terjadi karena struktur konstruksi yang belum optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, memang bencana tak bisa dihindari. Tapi setidaknya, ada upaya mitigasi dari struktur bangunan agar dibangun lebih kokoh, meski tidak semua bisa 100% tahan gempa.
"Kalau konstruksinya benar, setidaknya sampai 9 skala richter itu sempat menyelamatkan diri. Tidak langsung roboh. Kemarin 5,9 skala richter tahun 2006 itu banyak juga yang nggak runtuh," kata dia.
Dinas PU daerah mengambil hikmah dari kejadian yang menewaskan lebih dari 6.000 jiwa itu. Sekarang, mereka melatih dan selalu berkonsultasi dengan para buruh bangunan juga ahli konstruksi di daerah untuk membuat bangunan yang lebih baik, kokoh, dengan struktur yang benar.
"Dalam lomba kita dapat 3 juara yang diadakan PU. Tiga kategori, surveyor, mandor dan instalasi listrik. Kalau tukang kita juara umum," tuturnya.
(zul/ang)











































