Tawarkan Konsep Unik, Superblok Berharga Triliunan Bidik Konsumen Berkantong Miliaran

Tawarkan Konsep Unik, Superblok Berharga Triliunan Bidik Konsumen Berkantong Miliaran

- detikFinance
Senin, 22 Sep 2014 16:20 WIB
Tawarkan Konsep Unik, Superblok Berharga Triliunan Bidik Konsumen Berkantong Miliaran
Jakarta - Kehadiran superblok di pinggir Jakarta makin menjamur dengan berbagai konsep. Konsep yang ditawarkan pun beragam, misalnya properti berbasis industri kreatif.

Hal ini dilakukan oleh PT Eureka Prima yang akan membuat superblok atau kawasan terpadu Eureka Township yang lokasinya berdekatan dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Presiden Direktur PT Eureka Prima Lukman Purnomosidi mengatakan dari 21 hektar, akan dibangun tahap pertama mulai awal tahun depan, dengan target selesai selama 3 tahun. Untuk tahap pertama mencakup 2,8 hektar mencakup proyek senilai Rp 3 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahap pertama akan dibangun antara lain 2 tower SOHO (Small Office Home Office), 4 tower apartemen, 1 tower hotel, dan yang unik yaitu 3 lantai bangunan sebagai pusat industri kreatif (Creative Center).

Ia mengatakan superbloknya ini memang bukan yang terbesar di Jakarta. Namun konsep superblok, sebagai pusat industri kreatif merupakan hal yang pertama di Indonesia.

"Kalau ada yang bilang ini sebagai daya tarik, bisa juga. Sebagai pusat komersial baru perlu tematik dari produknya," kata Lukman kepada detikFinance, Senin (22/9/2014)

Lukman menjelaskan setidaknya ada 3 alasan pihaknya mengusung konsep superblok dengan tema industri kreatif, yaitu Indonesia belum punya pusat industri kreatif, kedua saat ini waktu yang tepat mendorong industri kreatif apalagi Indonesia akan menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA), dan ketiga lokasi superblok berdekatan dengan TMII.

"Salah satunya karena dekat dengan taman mini, lokasi kita bersebelahan, nanti akan ada akses, maka dibuat konsep kreatif," katanya.

Ia mengatakan di Creative Center 3 lantai di kawasan Superblok Eureka Township akan disiapkan ruang sewa untuk pusat kuliner, showroom untuk seni fotografi, galeri, ruang pertunjukan, studio bagi industri rekaman dan televisi, dan lain-lain.

"Kita bangun pusat komersial yang berbasis industri kreatif," katanya.

Lukman menjelaskan di bidang kuliner, ia terinspirasi saat di Boston, AS, di sana terdapat pusat kuliner AS yang menyajikan 50% makanan lokal dan sisanya makanan global.

"Di Taman Mini ada 32 anjungan provinsi, pasti ada kuliner unggulan, yang bisa ditampilkan di sini, misalnya akan akan ada rendang paling enak, pempek Palembang," katanya.

Ia menargetkan di kawasan pusat kuliner akan ada 150-200 restoran yang bisa mewakili menu-menu asli Indonesia maupun global. Kawasan pusat kreatif ini juga akan menjadi pelengkap dari TMII dan bisa menjadi destinasi baru di bidang industri kreatif.

"Jadi kalau mau mengundang tamu ke Jakarta ada tempat yang refresentatif," katanya.

Terkait tarif sewa, Lukman belum bisa merinci berapa tarif yang akan dipatok oleh pihaknya. Selain itu, tarif atau harga properti lainnya seperti apartemen, pihaknya belum bisa mematok harga. Namun ia menegaskan pihaknya akan mengincar segmen apartemen untuk pasar anak muda dan kelas menengah. Menurutnya di Jakarta apartemen dengan segmen menengah dalam rentang Rp 1 miliar-Rp 2 miliar per unit.

"Segmen menengah, target kita anak muda, gaya hidup apartemen, kreatif. Anak muda yang menjadi targetnya," katanya.

Eureka Township merupakan kawasan superblock terintegrasi yang terletak di Bambu Apus, Jakarta Timur. Berdampingan dengan Kawasan Taman Mini Indonesia Indah.

Saat ini desainnya sudah dirampungkan oleh Dr Marcia Codinachs, arsitek yang juga menggarap beberapa proyek internasional seperti Marina Hemingway (Kuba), Burj Khalifa, dan Spanish Tower.

Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan konsep dalam sebuah bisnis properti komersial sangat wajar. Menurutnya, jika sebuah proyek properti memiliki konsep justru lebih baik daripada tanpa ada sama sekali.

"Pasti ada alasannya sebuah konsep, itu lebih baik daripada nggak ada konsep sama sekali, setahu saya memang kebanyakaan apartemen," kata Ali.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads