Tawaran Beli Rumah di Luar Negeri Hingga Rp 36 Miliar/Unit, Berminat?

Tawaran Beli Rumah di Luar Negeri Hingga Rp 36 Miliar/Unit, Berminat?

- detikFinance
Minggu, 12 Okt 2014 14:18 WIB
Tawaran Beli Rumah di Luar Negeri Hingga Rp 36 Miliar/Unit, Berminat?
Jakarta - Investasi di properti memang tidak ada matinya. Selain bisa dilakukan di dalam negeri, investasi properti di luar negeri juga bisa menjadi pilihan masyarakat berkantong tebal.

PT Xynergy Realty Indonesia yang berkantor pusat di Australia mulai gencar berekspansi di Indonesia khususnya Jakarta. Pengembang properti yang sudah ada sejak sekitar 8 tahun lalu ini menawarkan beberapa proyek propertinya yaitu residence dan apartemen yang lokasinya berada di Malaysia, Singapura, Australia, London, dan Amerika Serikat (AS). Bahkan ada unit apartemen yang dijual hingga US$ 2-3 juta atau sekitar Rp 24-36 miliar/unit.

Managing Director PT Xynergy Realty Indonesia Yosie Alansa mengatakan, pasar Indonesia khususnya Jakarta dibidik karena potensinya yang cukup tinggi terutama untuk kebutuhan kelas menengah atas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jenis properti yaitu proyek-proyek internasional, ada kebutuhan orang-orang untuk investasi di properti, ini jadi investasi menarik," kata Yosie saat ditemui detikFinance di acara International Property Expo, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Minggu (12/10/2014).

Untuk properti di AS tepatnya di Atlanta, Yosie menawarkan hunian landed house atau rumah tapak, harga yang dipatok mulai US$ 50.000-US$ 150.000 per unit atau sekitar Rp 600 juta-Rp 1,8 miliar.

"Untuk yang AS lebih ke rumah. Range harga mulai US$ 50.000-US$ 150.000. Yang US$ 50.000 itu rumah ukuran 3 kamar, rumah landed, di Jakarta nggak dapat dengan harga segitu," katanya.

Sementara itu, di Australia, properti yang ditawarkan berupa apartemen. Harganya mulai sekitar US$ 390.000-US$ 2-3 juta atau paling murah Rp 4,6 miliar hingga Rp 24-36 miliar.

Selain itu, ditawarkan juga properti di Singapura, namun harga properti di Negeri Singa ini termasuk mahal karena lahan yang terbatas.

"US$ 390.000 yang one bedroom apartemen. Kalo di AS belinya harus kas nggak bisa loan dari bank karena sempat krisis. Di Australia bisa bank loan. Australia bisa bayar 10% DP. Setelah jadi baru nyicil sampai lunas atau kas, maksium 30 tahun, lebih ringan cicilannya," jelasnya.

Sedangkan untuk di United Kingdom (UK) tepatnya di Kota Manchester, properti yang ditawarkan berupa apartemen.

"Kota Manchester dibanding London masih lebih murah. Di CBD, London, 1 kamar apartemen one bedroom 1 juta poundsterling atau sekitar Rp 20 miliar. Di sini dapat rumah di Menteng. Tapi kalau di Manchester, lebih murah 150 ribu poundsterling ukuran 50 meter persegi," ujar Yosie.

Selain itu, ada tawaran investasi properti di Johor, Malaysia berupa apartemen. Harga apartemen di Malaysia untuk yang 3 kamar mencapai sekitar Rp 2,4 miliar.

"Terletak di Johor dekat dengan Singapura. Malaysia Rp 2,4 miliar untuk 3 kamar apartemen luxury. View water front. Faktanya orang Indonesia suka sekali dengan Singapura. Orang Indonesia investasi properti lebih banyak ke Australia dan Malaysia," pungkasnya.

(drk/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads