"Sekarang harganya sudah sampai Rp 70-80 juta per meter persegi, ini tidak jauh berbeda dengan kawasan Sudirman karena di sini masuk kawasan elit," kata Sole Agent Sentraya Leads Property Hendra Hartono usai acara Topping Off Ceremony Menara Sentraya, di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2014).
Dia menyebutkan, kenaikan harga tanah juga mendorong harga sewa perkantoran di kawasan tersebut. Menara Sentraya misalnya. Harga sewa perkantoran dibanderol US$ 24 per meter persegi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara penyewa besar lainnya ada dari 3 perusahaan multinational company seperti oil and gas, consumer goods, dan advertising company.
"Sekitar 15 ribu meter mereka sewa, ada 3 penyewa terbesar semuanya multinasional company, oil and gas, consmer goods and adverstising company," kata dia.
Hendra menyebutkan, harga sewa ini pada umumnya terus mengalami kenaikan setelah dilakukan topping off. Diperkirakan mencapai 30% lebih tinggi.
"Kalau sudah topping off sudah kelihatan wujudnya harga bisa naik 30% dari harga normal karena bisa lebih confident. 30% dalam beberapa bulan ke depan," katanya.
Secara umum, kata dia, bisnis perkantoran ke depan akan terus mengalami perkembangan didorong oleh permintaan yang tinggi.
"Bisnis ke depan perkantoran akan terus bagus karena Jakarta merupakan pusat bisnis dan salah satu tujuan investasi tentunya berada di kawasan tidak jauh dari segitiga emas," pungkasnya.
(drk/ang)











































