Perolehan tersebut setara laba bersih per saham sebesar Rp 177,37 per saham pada triwulan III-2014 dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp 123,01 atau setara pertumbuhan 44,19%.
Kinerja perseroan tersebut ditopang oleh banyak penjualan properti. Pada sembilan bulan pertama tahun ini, BSD membukukan pendapatan Rp 3,9 triliun, yang mana sebesar 82% atau Rp 3,2 triliun masih disumbangkan oleh penjualan tanah, rumah tinggal, ruko dan bangunan industri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hermawan menambahkan, secara total Pendapatan di 2013 tercatat Rp 4,2 triliun berkat adanya transaksi istimewa (aksi korporasi/ transaksi anorganik) berupa penjualan kavling tanah sebesar Rp 1,3 triliun kepada tiga perusahaan patungan antara BSDE dengan Hongkong Land, AEON Mall Jepang dan Dyandra.
Kontribusi terbesar Pendapatan bersumber dari penjualan kavling tanah sebesar 37% terhadap total Pendapatan konsolidasi atau Rp 1,46 triliun. Sedangkan kontributor terbesar kedua untuk Pendapatan dibukukan oleh penjualan dari segmen residensial sebesar 32% atau setara Rp 1,25 triliun.
Untuk kontributor terbesar ketiga dibukukan oleh segmen komersial dengan kontribusi 20% atau setara Rp 493,7 miliar dan segmen rental (recurring income) membukukan Rp 423,8 triliun atau sebesar 11% merupakan kontributor terbesar keempat terhadap Pendapatan BSD.
Saat ini BSD punya cadangan lahan yang siap dikembangkan seluas 3.841 hektar senilai Rp 7,2 triliun termasuk 2.277 hektar yang berada di BSD City.
Hingga akhir September 2014, total Aset BSDE tercatat Rp 27,3 triliun atau tumbuh 21% dibandingkan periode yang berakhir pada 31 Desember 2013 sebesar Rp 22,57 triliun. Total Aset tersebut di antaranya terdiri dari Kas dan setara kas sebesar Rp 3,4 triliun, Persediaan Rp 4,8 triliun.
Pertumbuhan terbesar untuk Aset dikontribusikan oleh investasi dalam bentuk saham yang tumbuh menjadi Rp 4,8 triliun yang sebagian besar berupa penyertaan saham sebanyak 34,22% di PLIN.
"Perolehan Laba Bersih dari investasi saham PLIN sebesar Rp 1,5 triliun mendorong pencapaian Laba Bersih BSD ke level Rp 3,2 triliun. Strategi investasi tersebut memperkuat rerata pertumbuhan Laba Bersih mencapai 76% secara CAGR (Compound Annual Growth Rate) dalam lima tahun terakhir," katanya.
Pada sembilan bulan pertama 2014, BSD mempertahankan rasio marjin Laba Kotor di kisaran 76% dan marjin Laba Bersih di kisaran 82%. Sedangkan rasio utang seperti current asset berada dikisaran 2,12x dan rasio DER di kisaran 0,24.
"Dengan rendahnya rasio utang dan besarnya kas Perseroan senilai Rp 3,4 triliun memberikan keluasaan bagi BSD untuk melakukan pengembangan dan aksi korporasi di masa mendatang. Baik itu dengan mengandalkan kas internal ataupun opsi pendanaan lainnya," tutupnya.
(ang/ang)











































