Tiap bangunan berdimensi 80 meter persegi (luas tanah) dan luas bangunan 113 meter persegi. Klaster ini dibangun dengan lingkungan hijau dilengkapi dengan lake sidegreen spine seluas 5.500 meter persegi, yang dapat berfungsi sebagai jogging track.
Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugroho, mengungkapkan peluncuran klaster baru ini untuk memenuhi permintaan pasar rumah tapak dengan target market yang berbeda dari produk sebelumnya. Ini sejalan dengan rencana Paramount Land untuk membentuk strata perkotaan yang seimbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ervan mengatakan produk baru ini didesain dengan konsep modern minimalis bergaya bangunan rumah Atlanta di Amerika Serikat. Dirancang dengan tata letak ruang yang efisien, memiliki split level 2,5 lantai yang menambah ruang aktifitas bagi keluarga.
Setiap unit punya 3 kamar tidur dengan kamar tidur utama ekstra luas 5,25 x 5 meter persegi, 3 kamar mandi, kamar tidur pembantu, ruang jemur serta private carport dengan kapasitas 2 mobil.
Direktur Marketing Paramount Land, Andreas Nawawi menargetkan klaster La Bella@Atlanta Village dapat meraup penjualan Rp 400 miliar. Sampai saat ini sudah terjual 50 unit.
Ia pun yakin penjualan klaster baru ini akan mengikuti penjualan konsep-konsep La Bella sebelumnya, yaitu ludes di pasaran.
“Bagi investor dan konsumen, mereka akan lebih memilih rumah tapak ketimbang high rise building. Apalagi harganya tidak jauh berbeda,” sambung Andreas.
(ang/ang)











































