Real Estate Expo 2014 menampilkan 140 pengembang di 165 lokasi proyek strategis. Hal yang menarik aneka ragam properti dipamerkan bersamaan dengan tren suku bunga kredit rendah yang ditetapkan oleh kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Diharapkan tren penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) mendorong masyarakat luas untuk berinvestasi di sektor properti. Selain itu investasi bisa meningkatkan daya saing pengembang nasional menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015," kata Eddy Hussy, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Jakarta, Sabtu (15/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengunjung atau konsumen tidak perlu lama menabung hingga terkumpul uang sebanyak harga jual penuh rumah, cukup bayar uang muka dapat memiliki properti idaman. Selain itu, pihak bank akan membiayai pembeli rumah yang sudah bersertifikat sehingga legalitas rumah lebih aman dan terjamin bagi pembeli," ujarnya.
Dengan memperhitungkan tren kenaikan harga properti dari tahun ke tahun yang persentase kenaikan bisa lebih cepat dari beban bunga kredit KPR, maka di akhir masa kredit, total pembayaran kredit properti akan lebih kecil dari harga rumah.
(ang/ang)











































