Ketua Dewan Kehormatan DPP Realestate Indonesia (REI) Teguh Satria mengatakan, βmeski rumah sudah menjadi kebutuhan pokok, tak serta merta harganya akan naik ketika harga BBM naik.
Teguh menegaskan, pengembang tak bisa langsung bergerak cepat menaikkan harga rumah, karena perlu perhitungan yang matang agar pasar rumah tersebut tetap ada dan berlanjut. Apalagi sepanjang tahun ini penjualan dan harga rumah cenderung melambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh mengatakan, kenaikan harga rumah tetap akan terjadi karena dipicu oleh naiknya harga bahan bangunan yang terjadi karena terkereknya biaya logistik akibat BBM naik. Namun pengembang tak bisa menaikkan harga rumah langsung tahun ini.
"Perkiraan saya akan terjadi sekitar Januari (2015)," tuturnya.
Teguh memperkirakan kenaikan BBM ini bakal berdampak terkereknya harga rumah paling besar hingga 12%. Bahkan ada yang memperkirakan kenaikan harga rumah bisa sampai 20% karena faktor psikologis. "Perkiraan saya nggak lebih dari 12%. Kurang lebih seperti itu," katanya.
(zul/hen)











































