Pantauan detikFinance, di salah satu toko penjual bahan bangunan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Novel, pemilik toko bangunan tersebut mengatakan kenaikan harga bahan bangunan tak bisa dihindari akibat kenaikan biaya transportasi yang dipicu harga BBM.
"Semua naik, pasir naik, bata naik, semen naik. Ini karena BBM-nya naik," kata Novel, si pemilik toko bangunan kepada detikFinance, Senin (24/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena di sananya pakai solar, mau nggak mau. Angkutannya juga pakai solar," katanya.
Selain itu, harga semen pun merangsek naik yaitu 3,5%, meski tidak signifikan dibandingkan harga pasir. Kenaikan harga semen terjadi, tak lama setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM 18 November 2014 lalu sebesar Rp 2.000/liter.
"Biasa per sak kemarin Rp 58.000, sekarang Rp 60.000," tuturnya
Di toko bangunan lain di kawasan Mampang, kondisi yang sama terjadi. Pemilik toko yang enggan disebutkan namanya juga mengatakan kenaikan harga bahan bangunan naik setelah BBM bersubsidi pun naik.
"Semen naik Rp 2.000 per sak," tuturnya.
(zul/hen)











































