Harga Bahan Bangunan Terkerek Harga BBM, Konsumen Tunda Renovasi Rumah

Harga Bahan Bangunan Terkerek Harga BBM, Konsumen Tunda Renovasi Rumah

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2014 15:57 WIB
Harga Bahan Bangunan Terkerek Harga BBM, Konsumen Tunda Renovasi Rumah
Jakarta - Makin mahalnya harga bahan bangunan akibat naiknya ongkos transportasi yang dipicu kenaikan harga BBM berdampak pada bisnis toko bahan bangunan. Pasca kenaikan harga BBM, ada kecenderungan konsumen menunda rencana renovasi hunian mereka.

Salah satu pemilik toko bahan bangunan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan mengaku setelah kenaikan harga BBM bersubsidi pekan lalu, omzetnya menurun. ‎Sayangnya pemilik toko bahan bangunan tersebut enggan menyebutkan berapa penurunan omzet, namun kondisi saat ini cukup memukul bisnisnya.

"Pasaran jadi sepi, omzet juga turun, pasti lah," kata pemilik toko yang eng‎gan disebutkan namanya itu kepada detikFinance, Senin (24/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sambil mengotak-atik kalkulator dan melayani pembeli, ia bercerita kondisi ini menurutnya karena konsumen berpikir ulang untuk merenovasi rumah atau membangun rumah baru. Konsumen mulai menghitung ulang terhadap risiko biaya yang makin bengkak merenovasi atau membangun rumah pasca kenaikan harga BBM.

Apalagi harga bahan bangunan utama seperti pasir naik paling tajam hingga 30%. Sedangkan semen juga mengalami kenaikan sekitar 3,5% dari Rp 58.000/sak menjadi Rp 60.000/sak.

"Yang mau bangun ‎juga mikir ulang, tunda dulu. Setelah BBM (naik) semen naik Rp 2.000/sak. Biasanya butuh ratusan sak untuk bangun rumah," katanya.

Di tempat lain, pemilik toko bangunan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan mengaku mengalami penurunan omzet selama sepekan terakhir. Novel, sang pemilik toko tersebut mengaku tak bisa berbuat banyak. ‎Sambil mengerutkan dahinya, Novel pun pasrah dengan kondisi ini.

"Ya mau bagaimana lagi, di sananya saja sudah naik," katanya

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads