Salah satu pemilik toko bahan bangunan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan mengaku setelah kenaikan harga BBM bersubsidi pekan lalu, omzetnya menurun. Sayangnya pemilik toko bahan bangunan tersebut enggan menyebutkan berapa penurunan omzet, namun kondisi saat ini cukup memukul bisnisnya.
"Pasaran jadi sepi, omzet juga turun, pasti lah," kata pemilik toko yang enggan disebutkan namanya itu kepada detikFinance, Senin (24/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi harga bahan bangunan utama seperti pasir naik paling tajam hingga 30%. Sedangkan semen juga mengalami kenaikan sekitar 3,5% dari Rp 58.000/sak menjadi Rp 60.000/sak.
"Yang mau bangun juga mikir ulang, tunda dulu. Setelah BBM (naik) semen naik Rp 2.000/sak. Biasanya butuh ratusan sak untuk bangun rumah," katanya.
Di tempat lain, pemilik toko bangunan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan mengaku mengalami penurunan omzet selama sepekan terakhir. Novel, sang pemilik toko tersebut mengaku tak bisa berbuat banyak. Sambil mengerutkan dahinya, Novel pun pasrah dengan kondisi ini.
"Ya mau bagaimana lagi, di sananya saja sudah naik," katanya
(zul/hen)











































