Seperti yang dialami oleh Rizal, seorang pemilik toko bahan bangunan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Rizal mengaku sejak pekan lalu ada pengumuman kenaikan harga BBM, konsumen yang membeli bahan bangunan makin sepi.
"Kita jadi kebanyakan bengong. Mungkin orang kaget, sembako saja mahal, bangun rumah entar dulu deh," ujar Rizal saat berbincang dengan detikFinance, Senin (24/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Omzet menurun, hampir separuhnya lah (50%)," sebutnya.
Kenaikan harga bahan bangunan juga menurutnya tak hanya terjadi saat BBM resmi diumumkan. Sekitar 2 bulan sebelum diumumkan, harga bahan bangunan seperti batu bata, pasir, semen sedikit demi sedikit naik. Kondisi tersebut berlanjut saat ada kenaikan harga BBM. Harga semen setelah BBM naik misalnya, naik dari Rp 58.000/sak menjadi Rp 60.000/sak.
"Seperti semen, dikit-dikit naik 6%, 2 bulan, kalau ditotal hampir Rp 4.000 (per sak) naiknya (setelah ada BBM naik)," tutur Rizal.
Senasib dengan Rizal, penjual bahan bangunan lainnya di kawasan Pancoran yang tak mau disebut namanya mengaku harus memutar otak agar usahanya terus berjalan. โKini ia harus mengeluarkan modal lebih banyak karena harga bahan bangunan yang dibeli makin mahal.
"Modalnya harus ditambahin, tapi dapetnya segitu-gitu aja," tuturnya penjual tersebut.
Berdasarkan penelusuran detikFinance, harga bahan bangunan yang naik paling signifikan adalah pasir. Harga pasir bisa naik 30% mengikuti besaran kenaikan BBM yang mencapai 30%. Berikut daftarnya.
(zul/hen)











































