Dampak Harga BBM Naik, Biaya Renovasi Rumah Bisa Bengkak 10%-20%

Dampak Harga BBM Naik, Biaya Renovasi Rumah Bisa Bengkak 10%-20%

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2014 18:00 WIB
Dampak Harga BBM Naik, Biaya Renovasi Rumah Bisa Bengkak 10%-20%
Jakarta - Kenaikan harga bahan bangunan membuat konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk membangun atau sekedar hanya merenovasi rumah. Diperkirakan biaya renovasi rumah naik hingga 20% akibat kenaikan harga BBM subsidi pekan lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Yusuf, seorang penjual bahan bangunan di kawasan, Pancoran, Jakarta Selatan kepada detikFinance, Senin (24/11/2014).

"Bisa naik 10% sampai 20% dari anggaran semula gitu. Tinggal bahan-bahannya saja yang bagaimana," kata Yusuf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan membengkaknya anggaran biaya membangun rumah dipicu karena harga bahan bangunan terkerek rata-rata 10% pasca kenaikan BBM. "Rata-rata 10% naiknya," tuturnya.

Faktor lain yang membuat biaya bangun/renovasi rumah naik bukan hanya penyesuaian harga bahan bangunan, namun ongkos tukang pun mengalami kenaikan tarif.

Ferry, seorang penjual bahan bangunan yang juga menyediakan tenaga tukang untuk membangun atau merenovasi rumah mengatakan, karena BBM naik ongkos tukang bangunan pun naik. Sebelum kenaikan tarif, seorang tukang bangunan biasa diberi upah sekitar Rp 135.000 per hari.

"Sekarang naik sekitar Rp 10.000-15.000," tuturnya.

Berikut daftar harga bahanโ€Ž bangunan yang naik pasca kenaikan harga BBM:



  • Semen naik Rp 2.000 dari harga awal Rp 58.000 per sak menjadi Rp 60.000 per sak.
  • Bata Merah naik Rp 30-50 per buah dari Rp 450 menjadi Rp 480-500 rupiah per buah.
  • Besi naik Rp 1.000 per batang, dari Rp 58.000 menjadi Rp 59.000 per batang.
  • Kayu Kaso masih stabil di harga Rp 2,5 juta per meter kubik.
  • Cat tembok bervariasi namun rata-rata mengalami kenaikan Rp โ€Ž3.000/Kg.
  • Ongkos tukang bervariasi namun mengalami kenaikan rata-rata sekitar Rp 10-15.000 per hari per orang.
(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads