Direktur Ciputra Group Rudi Hartono mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi berkontribusi terhadap kenaikan biaya-biaya konstruksi mencapai 7%-10%.
Dampaknya, Ciputra Group sempat menahan peluncuran produk baru untuk diluncurkan pasca harga BBM naik. Alasannya Ciputra Group mengantisipasi kenaikan biaya konstruksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Direktur Ciputra Group Artadinata Djangkar menjelaskan pihaknya juga terkena dampak penyesuaian BI rate. Selain itu, pengembang properti terkena dampak akibat ketentuan besaran uang muka (loan to value/LTV) dan setelah pemilihan umum.
"Tahun ini bukan tahun yang baik bagi properti. Pertama penentuan LTV, kedua kenaikan BI rate, ketiga adalah Pemilu dari pertengahan hingga September," katanya,
Namun Arta optimistis pada tahun 2015 industri properti bakal bergairah, alasannya kondisi politik sudah mulai membaik.
"Kita 2015 optimistis bisa lebih daripada 2014," katanya.
(feb/hen)











































