Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis dalam acara Economic Outlook 2015: 'Potensi Investasi Properti di Tahun Pembangunan Infrastruktur' di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (3/12/2014)
"Daerah tujuan utama properti adalah DKI, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur lalu Bali," kata Lubis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan sektor properti masih cukup signifikan menyumbang realisasi investasi di dalam negeri. Tahun depan target realisasi investasi mencapai Rp 450 triliun, kemudian pada 2019 bisa mencapai Rp 933 triliun.
"Perkembangannya investasi terget tahun ini Rp 450 triliun. Paling banyak sektor sekunder, jasa termasuk properti," katanya.
Menurutnya untuk menopang peningkatan realisasi investasi termasuk sektor properti, pihaknya akan terus melakukan perbaikan demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Yaitu memplancarkan perizinan di seluruh sektor, di pusat, provinsi, pemerintah kota, kawasan perdagangan dan kawasan ekonomi menjadi satu pintu.
"Perbaikan pelayanan investasi, implementasi target pemerintah, tumbuh kembang dengan kegiatan investasi, dan berkembangnya daerah-daerah pusat pertumbuhan ekonomi," katanya
Saat ini kontribusi sektor investasi terhadap ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) menyumbang 30-35%. Sedangkan untuk konsumsi dalam negeri mencapai 50-60%.
(hen/hds)










































