Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda dalam acara Economic Outlook 2015: 'Potensi Investasi Properti di Tahun Pembangunan Infrastruktur' di Hotel JS Luwansa, Rabu (3/12/2014)
"Kawasan industri yang paling maju di indonesia itu Cikarang dan Batam. Permintaan peluang itu masih tinggi, komersial apa lagi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Bank Indonesia, harga lahan industri di Jabodetabek rata-rata mencapai 2,9 juta/meter atau mengalami kenaikan 14,5% dibandingkan posisi triwulan III tahun lalu. Seiring melemahnya rupiah terhadap dolar AS, akan mendorong pertumbuhan kawasan industri seperti di Cikarang, karena para investor yang punya dolar terutama asing punya ruang untuk ekspansi.
"Saya lihat rupiah itu kan melemah maka ada peluang untuk industri. Khususnya dari Cikarang masuk ke Surabaya," katanya.
(hen/hds)











































