Jokowi Targetkan Bangun 1 Juta Hunian, Ini Respons Perumnas

Jokowi Targetkan Bangun 1 Juta Hunian, Ini Respons Perumnas

- detikFinance
Kamis, 08 Jan 2015 18:27 WIB
Jokowi Targetkan Bangun 1 Juta Hunian, Ini Respons Perumnas
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Jokowi menargetkan bisa mewujudkan pembangunan 1 juta unit rumah khususnya rumah susun (rusun) di 2015. Perum Perumnas menjadi salah satu pihak yang diharapkan mendukung program tersebut.

Direktur Utama PT Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan tahun ini Perumnas hanya menargetkan pembangunan 25.000 unit hunian. Namun Arief siap merevisi target tersebut bila mendapat tugas khusus dari pemerintah, dengan menaikkan 100% dari target.

"25.000 unit itu karena masih berdasarkan anggaran internal Perumnas. Kecuali nanti kami dapat penugasan dari Pak Menteri PUPR akan ada insentif maupun dari BUMN, kita menargetkan 40.000-50.000," kata Arief di kantor Wapres, Kamis (8/1/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wapres Jusuf Kalla mengumpulkan Menteri PUPR, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Menteri Hukum dan Ham, Menkeu, BTN, Perumnas, serta BPJS Ketenagakerjaan membahas program 1 juta rumah di 2015.

Sementara itu, pihak Bank BTN selaku BUMN yang bertugas melakukan pembiayaan perumahan menargetkan bisa memangkas bunga kredit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Saat ini, BTN masih yang terdepan melaksanakan program subsidi bunga dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga flat 7,25% selama 20 tahun.

"Kalau perkiraan selama ini, kan kalau FLPP kan 7,25%. Moga-moga bisa di bawah itu," kata Dirut BTN Maryono.

Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan untuk membangun 1 juta unit rumah, pemerintah tak sendiri, karena akan mengerahkan peranan BUMN seperti BTN, Perum Perumnas, BPJS dan pelaku swasta. Pemerintah akan fokus membangun hunian masyarakat bawah seperti di kawasan industri, kawasan perbatasan, TNI/Polri.

Anggaran yang disiapkan Rp 8,7 triliun dengan cakupan target pembangunan 300.000 unit rumah, sedangkan sisanya melalui bantuan dari badan lainnya termasuk swasta.

"Kalau yang di renstra kami, 2015, Kira-kira 300 ribu rumah yang APBN bangun. Makanya kita gerakkan BPJS dan lain-lain," katanya.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads