Maka dari itu, sisa realisasi pembangunan rumah sebanyak 689.000 unit akan didorong peranan pihak lain termasuk pengembang swasta. Selain pengembang swasta, akan didorong pihak lain seperti BPJS Ketenagakerjaan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan melibatkan BPJS Ketenagakerjaan, sektor Perbankan dan lain-lain untuk memenuhi target pembangunan 1 juta rumah di 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Dana APBN Rp 8,3 Triliun untuk 153.000 unit:
- Rusun 19.800 unit (198 twin blok).
- Rumah khusus tapak 28.987 unit.
- Rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) 50.000 unit.
- RTUM 55.000 unit.
2. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP/subsidi Bunga) Rp 5,1 triliun untuk 58.000 unit rumah:
- Rumah Tapak FLPP 55.000 unit
- Rumah Susun FLPP 3.000 unit
3. Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan sebanyak Rp 2 triliun:
- Rumah Bapartarum 100.000 unit
Basuki mengungkapkan rumah-rumah yang dibangun langsung oleh pemerintah khusus untuk TNI dan Polri, kawasan perbatasan, dan lainnya seperti rumah tugas para petugas kesehatan di perbatasan.
(zul/hen)











































