Hunian di RI Tak Tersambung dengan Sarana Transportasi, Ini Dampaknya

Hunian di RI Tak Tersambung dengan Sarana Transportasi, Ini Dampaknya

- detikFinance
Rabu, 14 Jan 2015 19:07 WIB
Hunian di RI Tak Tersambung dengan Sarana Transportasi, Ini Dampaknya
Jakarta - Negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia hingga Singapura, membangun konsep area hunian yang terintegrasi. Hunian, apakah itu vertikal atau rumah tapak, dirancang dan dibangun secara berbarengan dengan sarana transportasi.

"Di Singapura dan Malaysia, mereka merancang pembangunan hunian dan public transport secara berbarengan. Sekarang Malaysia sangat gencar bangun MRT," kata pengajar Institut Teknologi Bandung (ITB) Harun Al Rasyid dalam acara diskusi perumahan di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2015).

Dampak positif dari pemukiman yang terintegrasi dengan transportasi umum, lanjut Harun, adalah masyarakat memiliki produktivitas yang tinggi. "Mereka bisa produktif. Banyak sosial benefit-nya," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas bagaimana dengan kota-kota di Indonesia? Harun menyebut pengembangan pemukiman dan transportasi publik tidak berjalan bersama-sama. Akibatnya masyarakat Indonesia harus menanggung ongkos lebih mahal karena lokasi hunian yang jauh dari tempat kerja.

"Di kita, 50% pendapatan masyarakat menegah ke bawah habis untuk mondar-mandir. Akhirnya terpaksa diganjal naik ojek karena masyarakat selalu cari jalan keluar. Padahal ojek nggak murah," sebutnya.

Melihat kondisi seperti ini, Harun menyarankan agar moda transportasi saat ini mengikuti area-area pemukiman. Pembangunan transportasi publik harus ada campur tangan pemerintah agar tarifnya terjangkau.

"Ada sarana dan prasarana transportasi, itu kewajiban pemerintah. Bila swasta melakukan dua-duanya, nggak ada di dunia seperti itu," katanya.

(feb/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads