Ajukan KPR di BTN Tak Perlu ke Kantor Cabang

Ajukan KPR di BTN Tak Perlu ke Kantor Cabang

- detikFinance
Jumat, 06 Feb 2015 20:18 WIB
Ajukan KPR di BTN Tak Perlu ke Kantor Cabang
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) bakal membuat portal digital yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan ini, masyarakat yang ingin mengajukan KPR tak perlu datang ke kantor cabang.

"Kita persiapkan approval menggunakan berbagai kemudahan seperti portal digital jadi bisa ngajuin KPR melalui portal, mungkin mulai minggu depan bisa launching sehingga permohonan tidak harus datang langsung ke kantor," ucap Direktur Utama BTN Maryono di Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Dia mengharapkan, dalam waktu dekat rencana ini bakal segera rampung sehingga pertumbuhan pembiayaan kredit perumahan terus naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BTN, lanjut Maryono, bakal mematok suku bunga KPR untuk rumah non subsidi rata-rata sebesar 11% per tahun dan 7,25% untuk KPR untuk rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

"KPR subsidi masih 7,25%, yang non subsidi sekarang rata-rata 11%, itu floating,

Dia juga menyebutkan, target kenaikan penyaluran kredit tahun ini sebesar 17-18% atau Rp 20,7 triliun dari total outstanding kredit tahun 2014 sebesar Rp 115 triliun. Sehingga total KPR outstanding BTN tahun 2015 diperkirakan mencapai Rp 135 triliun. 94% dari total penyaluran kredit itu adalah untuk KPR

Target 17%-18% untuk pertumbuhan kredit ini dinilai tinggi karena Bank Indonesia (BI) mematok pertumbuhan kredit perbankan tahun ini sebesar 15%-17%.

"Rencana 1 juta rumah belum diputus tapi baru wacana, jadi proyeksi 17-18% itu itu belum memperhitungkan yang 1 juta rumah. Dengan ada 1 juta rumah maka pertumbuhan akan lebih besar," terang dia.

Dia menjelaskan, porsi penyaluran kredit BTN sebesar 43% disalurkan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, sementara 57% untuk KPR non subsidi.

Maryono menyebutkan, besaran kredit tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan rumah murah yang saat ini tengah dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebanyak 1 juta unit yang dibagi-bagi dalam beberapa jenis yaitu 600 unit FLPP, 250 non subsidi, dan 150 fasilitas masyarakat yang dibangun langsung oleh pemerintah.

"Kita juga kerjasama dengan lembaga-lembaga lain, ada unit mikro yaitu Griya KPR BTN, itu untuk approval KPR juga jadi bisa menarik banyak nasabah," katanya.

Dia juga pede bisa menekan angka kredit macet dengan penyaluran kredit tersebut. Tahun 2014, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) mencapai di bawah 4%.

"Tahun ini diperkirakan akan lebih rendah di bawah 3%," jelasnya.

(drk/zul)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads