Meski Langganan Banjir, Harga Tanah di Kelapa Gading Rp 30 Juta/Meter

Meski Langganan Banjir, Harga Tanah di Kelapa Gading Rp 30 Juta/Meter

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 11 Feb 2015 07:24 WIB
Meski Langganan Banjir, Harga Tanah di Kelapa Gading Rp 30 Juta/Meter
Jakarta -

Properti di kawasan Jakarta Utara masih menarik bagi investor meski langganan banjir. Pertumbuhan harga properti di kawasan ini pun terus naik walaupun jika hujan terus mengguyur Jakarta, kawasan ini tak pernah ketinggalan kena dampaknya.

Contohnya di kawasan Kelapa Gading. Kawasan elit dengan fasilitas lengkap ini masih menjadi primadona properti di kawasan Jakarta Utara. Harga properti ini pun terus tumbuh seperti tak menghiraukan anggapan kawasan yang rawan banjir.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menuturkan, sekitar dua atau tiga tahun lalu, harga properti di Kelapa Gading tumbuh hingga 50%, meski pada saat itu banjir sudah mulai sering melanda kawasan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua atau tiga tahun lalu itu sampai tumbuh 50% per tahun," tutur Ali kepada detikFinance, Rabu (11/2/2015).

Ali menyebutkan,harga properti di sana pun sudah terhitung sangat mahal. Dia memperkirakan rata-rata harga tanah di Kelapa Gading saat ini sudah mencapai Rp 30 juta per meter persegi, itu pun belum termasuk bangunannya.

Namun, di tahun lalu dan tahun ini, pertumbuhan harga properti cenderung melambat. Dia juga memperkirakan banjir yang melanda kawasan Kelapa Gading akan sedikit mengkoreksi pertumbuhan harga di kawasan yang dianggap 'Kepala Naga' ini.

"Meskipun koreksi harganya masih dalam tahap wajar. Hanya sedikit pengaruhnya hanya 3-5%," tutur Ali.

Pasalnya, lanjut Ali, jika dibandingkan dengan tahun-tahun lalu, saat ini, butuh waktu yang lebih lama lagi untuk menunggu air surut saat banjir di Kepala Gading. Lain halnya dengan daerah Jakarta Utara seperti Pulomas, Sunter dan kawasan lainnya yang juga bisa dibilang kawasan elit.

"Kalau terus menerus seperti ini, Cakung Pulogadung, Pulomas semacam itu akan naik (harga dan pamor), Sunter karena surutnya cepet," tuturnya.

Ali juga menyebut, setidaknya radius 3 km dari kawasan Kelapa Gading masih menjadi primadona properti di kawasan Jakarta Utara.

(zul/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads