"Rumah sih sudah ada di Duri Kosambi. Ini untuk investasi saja, cari lokasi yang cocok, saya cari apartemen," kata Yusuf saat berbincang bersama detikFinance di Pameran Properti, Pesta KPR, di Jakarta Convention Center Senayan, Minggu (15/2/2015).
Menurutnya, investasi di properti risikonya rendah, namun keuntungannya menjanjikan. Setiap tahun, paling tidak akan ada kenaikan harga 10%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusuf menjelaskan, pemilihan apartemen sebagai instrumen investasi karena dinilainya lebih simpel dan strategis. Ditambah, lingkungan yang aman.
"Dekat dengan fasilitas, sekolah, rumah sakit, universitas, atau pusat bisnis, biasanya apartemen kan di tengah kota," ucap dia.
Yusuf menyebutkan, properti jenis lain seperti ruko juga menguntungkan. Sebagai contoh, ia punya ruko di Medan yang ia beli sejak 3 tahun lalu seharga Rp 375 juta. Saat ini, harga ruko itu mencapai Rp 550 juta.
"Beli properti aman. Saya ada ruko. Ada yang sewa. Dulu beli Rp 375 juta 3 tahun lalu, sekarang sudah Rp 550 juta padahal sudah disewa orang. Di Medan. Jadi harga properti naik semua," paparnya.
Ia mengatakan, properti merupakan salah satu investasi yang banyak dicari orang karena harganya yang terus naik meskipun lokasi tersebut banjir.
"Properti di lokasi banjir tetap saja naik," katanya.
Namun begitu, perlu berhati-hati dalam berinvestasi di properti. Tentukan lokasi yang komersil yang dekat dengan pusat kota atau paling tidak akses mudah, lokasi aman, dan banyak faislitas pendukung.
"Selain itu misalkan di satu lokasi, 80% yang untuk investasi nggak bagus, itu berarti banyak spekulan, kalau 20% atau maksimum 50%, yang lainnya buat tempat tinggal, itu baru bagus," tandasnya.
Kegiatan Indonesia Properti Expo 2015 mulai digelar sejak 14 Februari hingga 22 Februari 2015 dan gratis untuk umum.
(drk/hen)











































