Berikut pengakuan para pencari rumah di acara Properti Expo 2015 yang mulai digelar sejak 14 Februari hingga 22 Februari 2015. Pameran gratis ini terbuka untuk umum, hingga diserbu warga Jakarta dan sekitarnya.
Seorang pengunjung pameran bernama Ferry (26), warga Cengkareng, Jakarta Barat ini mencari rumah yang harganya terjangkau. Ia mencari rumah dengan harga di bawah Rp 150 juta, maka kesempatannya hanyalah di kawasan pinggiran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferry menyebutkan, rumah tersebut berlokasi di Parung Panjang, Bogor dengan luas 27/72 dilengkapi 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
"Itu rumah subsidi pemerintah. Ini saya buat rumah pertama. Jakarta ke Bogor dekat ke Tangerang juga, akses kereta bisa karena kalau Jakarta harga sudah nggak logika," ucap dia.
Warga Jakarta lainnya bernama Seto (31), asal Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini mau tidak mau harus mencari rumah di pinggiran Jakarta. Harga rumah Jakarta yang sudah miliaran rupiah tak mungkin lagi dijangkau.
"Nyari rumah untuk tempat tinggal, daerah Depok, Citayam, Bogor, Bekasi, Pondok Gede, pokoknya pinggiran yang terjangkau saja yang aksesnya gampang, kereta," ujarnya.
Seto menargetkan budget Rp 200 juta hingga Rp 350 juta untuk rumah yang diidamkannyam dan tentunya sesuai dengan kantongnya.
"Kalau buat anak lebih suka yang tapak biar bebas, pengen ada halamannya. Jakarta sudah miliaran, ada Jakarta Timur Rp 600 juta-Rp 700 juta," keluhnya.
Pengunjung lainnya bernama Dila (30), warga Lebak Bulus juga tengah mencari rumah di sekitar Depok yang dinilainya harganya bisa terjangkau.
"Suami kerja di Gatsu jadi kemungkinan nyari di Cinere atau Depok. Untuk tempat tinggal. Deket dengan kantor pengennya di Jakarta tapi mahal, jadi pilihannya ke Depok," katanya.
Berbeda dengan yang lainnya, Ana (60) warga Rempoa ini berburu properti untuk dijadikan investasi. Menurutnya urusan memiliki rumah pribadi sudah selesai, kini Ana lebih fokus membeli rumah untuk investasi.
"Saya sudah tidak cari rumah lagi tapi buat investasi. Anak saya mau lihat apartemen tapi buat investasi. Mau disewain. Nyari di selatan saja kayak BSD, Bintaro. Cari sekitar Rp 500 juta-Rp 600 juta. Paling banyak ya yang Rp 800 juta, hitung-hitung buat investasi," kata Ana.
Setali tiga uang dengan Ana, Mutia sedang membidik kawasan elit Kelapa Gading karena dekat dengan tempat tinggalnya dan tempat kerja anaknya di Priok, Jakarta Utara.
"Nyari buat anak rumah tapak, di Jaktim atau nggak deket-deket Kelapa Gading. Banjir tapi kan sehari dua hari dalam setahun, banjir-banjir dikit nggak apa-apa tapi deket tempat kerja. Nyari yang di bawah Rp 1 miliar lah, Rp 800 juta gitu," katanya.
(drk/hen)











































