"Kita harus menunda beberapa investasi karena turunnya harga minyak. Kita sudah evaluasi beberapa proyek, seperti Pertamina Tower kita tunda, kita fokus pada core business (bisnis inti) kita saja," ucap Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, dalam jumpa pers di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan, tahun ini BUMN migas ini memangkas belanja modal (capex) dari US$ 7 miliar, menjadi hanya US$ 4,4 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief menambahkan, Pertamina memiliki proyek Refining Development Masterplan Program (RDMP) atau pengembangan kilang yang membutuhkan US$ 25 miliar atau Rp 250 triliun lebih.
"Dalam mencari dana tersebut, kita juga memanfaatkan dari project financing, tapi kalau global bond (obligasi global) lebih kita investasikan pada proyek-proyek jangka panjang saja," tutup Arief.
(rrd/dnl)











































