Fenomena ini pun tak luput dari pantauan Jusup Halimi. Melalui perusahaan propertinya PT Farpoint, Ia berani mengembangkan jenis hunian di jantung ibu kota.
"Area di tengah kota masih menjadi pilihan untuk memiliki tempat tinggal. Saya melihat ada bisnis yang bisa tumbuh," ungkapnya saat berbincang di Verde Apartement, Jakarta, seperti dikutip Jumat (27/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bila digeser sedikit ke kawasan Kuningan, masih ada yang bisa dimanfaatkan. Jusup yang cukup beruntung memiliki beberapa hektar lahan, mengembangkan bisnisnya dengan membangun apartemen.
"Kebutuhan apartemen akan meningkat. Ketika Sudirman sudah penuh, maka orang akan menggeser ke arah kuningan," sebutnya.
Hunian jenis vertikal adalah solusi yang tepat. Penggunaan lahan memang tidak terlalu banyak, namun bisa melahirkan keuntungan yang besar. Salah satunya yang dimilikinya adalah apartemen Verde.
Lebih spesifik lagi, apartemen ini ditujukan untuk kelas menengah ke atas. Paling kecil, unitnya berukuran 160 m2. Di dalamnya terdapat dua kamar, kamar mandi dengan fasilitas mewah tentunya.
"Kami menyebutnya sebagai hunian modern," imbuhnya.
Verde terdiri dari 3 tower dengan 300 unit pada 36 lantai. Sebanyak 60% dari pemilik apartemen menggunakannya sebagai tempat tinggal. Sisanya adalah sebagai investasi.
"Ini membuktikan masih banyak yang ingin tinggal di sini," tukasnya.
(mkl/ang)











































