Gedung milik Sahid Group yang didirikan oleh Sukamdani Sahid Gitosardjono ini menelan biaya investasi Rp 1,5 triliun. Berdiri di atas lahan 1 hektar, bangunan ini memiliki 52 lantai struktur, terdiri dari 5 lapis lantai parkir di bawah tanah, 7 lapis lantai parkir di atas tanah, 45 lapis lantai di atas tanah, ditunjang dengan 22 lift penumpang, 3 lift parkir, 2 lift service, dan 1 lift executive.
Berikut profil gedung tertinggi di Indonesia ini seperti dirangkum detikFinance, Senin (16/3/2015).
1. Harga Tanah Rp 120 Juta/Meter
|
|
"Harga tanah bergerak terus. Tanah sekitar sini harganya Rp 120 juta per meter. Jadi tinggal hitung saja," kata Vice President Sahid Group Haryadi Sukamdani.
Menurut Haryadi, mahalnya harga tanah karena lokasi cukup strategis. Sahid Sudirman Center dikelilingi fasilitas lengkap mulai dari apartemen, hotel bintang lima, hingga rumah sakit yang sebelumnya telah hadir di kawasan Sahid City. Sehingga para pekerja yang bekerja di Sahid Sudirman Center, tidak perlu bersusah-payah bila memerlukan fasilitas-fasilitas tersebut.
Gedung tersebut juga ditunjang berbagai fasilitas seperti gedung perkantoran kelas A lainnya, kantor pusat pemerintahan, perusahaan multi-national, perbankan, perusahaan BUMN, Kedutaan, apartemen, rumah sakit, universitas, ritel serta beberapa mal yang berdekatan.
Ia juga mengatakan, pembangunan Sahid Sudirman Center adalah wujud konsistensi dan komitmen Sahid Group untuk melengkapi Kawasan Sahid City seluas 5,5 hektar. Di mana telah hadir sebelumnya dikawasan ini yakni Grand Sahid Jaya Hotel dengan 721 kamar, dan beroperasi sejak tahun 1974.
Ada juga Apartment Istana Sahid dengan jumlah unit 188 beroperasi sejak tahun 1995, Sahid Office Boutique sebanyak 8 unit beroperasi sejak tahun 2005, Sahid Sahirman Memorial Hospital beroperasi sejak tahun 2009, Sahid Sudirman Residence dengan 750 unit beroperasi sejak tahun 2010.
"Di wilayah ini harga tanah memang cukup tinggi. Mudah-mudahan gedung ini akan menjadi ikon Kota DKI Jakarta karena yang tertinggi," jelasnya.
Sebenarnya memang harga tanah di kawasan Jakarta Pusat cukup tinggi. Misalnya harga tanah di kawasan premium segitiga emas Jakarta seperti Sudirman Central Business District (SCBD) terus bergerak naik. Harga tanah di kawasan tersebut mencapai Rp 150-200 juta per meter persegi.
2. Menampung 1.500 Parkir Kendaraan
|
|
"Gedung ini juga menggunakan air condition dengan VRV system, toilet VIP di tiap lantai. Selain itu memiliki rasio parkir yang tergolong baik yaitu 1:90 meter persegi yang dapat menampung kurang lebih 1.500 parkir kendaraan, dan dilengkapi dengan broadband dan 3 play fiber optic," tutur Vice President Sahid Group Haryadi Sukamdani.
Keunggulan dari Sahid Sudirman Centre adalah, selain lokasinya yang terletak di prime area Jalan Jenderal Sudirman, akses menuju Sahid Sudirman Centre sangat strategis, karena memilik lebih dari 2 akses dari Jalan Utama Jenderal Sudirman dan Jalan KH Mas Mansyur untuk menghindari 3 in 1, di mana akses utama dari Jalan Sudirman akan dibuka menjadi jalur umum.
Ke depannya, Sahid Sudirman Centre juga akan dilalui oleh jalur Mass Rapid Transit (MRT), yang lokasi stasiunnya terletak tidak jauh dari kawasan Sahid City Jakarta.
Pelaksanaan pemancangan tiang pertama Pembangunan Sahid Sudirman Center dilaksanakan pada 14 Maret 2012. Luas bangunan Sahid Sudirman City adalah 206.000 meter persegi, dengan 132.000 meter persegi bangunan perkantoran, dan sisanya digunakan sebagai fasilitas pendukung dan parkir. Tinggi bangunan adalah 225 meter, progres pembangunan saat ini telah selesai 100% dan siap beroperasi.
3. Tahan Gempa Hingga 9 SR
|
|
"Gempa 9 skala richter masih aman, dari struktur gedung ini sangat aman," ungkap Vice President Sahid Group Haryadi Sukamdani.
Haryadi menjelaskan, kokohnya bangunan Sahid Sudirman Center, karena pihaknya telah memilih bahan bangunan yang berkualitas. Kemudian tim dan kontraktor juga mempelajari gempa yang kerap terjadi di Pulau Jawa, khususnya gempa yang pernah terjadi di DKI Jakarta sebagai pertimbangan proses pembangunan.
"Sebetulnya struktur bangunannya saja yang diperkuat dengan beton dan baja, di titik tertentu dilebihkan. Studi ketahanan gempa ini sudah kita upgrade dengan aturan gempa yang terakhir di mana gempa di Pulau Jawa khususnya di Jakarta tidak pernah melebihi 6 skala richter," paparnya.
Mengenai mitra kerja pembangunan gedung Sahid Sudirman Center, Haryadi memastikan menggunakan 100% perusahaan Indonesia.
"Kontraktornya Nusa Cipta Raya, jadi 100% lokal," tutupnya.
4. Pakai Lift Berkecepatan Tinggi
|
|
"Speed cukup tinggi, dari lantai 1 hingga 59 hanya butuh waktu 40-45 detik," kata Vice President Sahid Group Haryadi Sukamdani. Gedung ini sebenarnya memiliki total 52 lantai, namun yang tertulis pada lantai paling tinggi tertulis lantai 59.
Lift dengan merek Toshiba asal Jepang itu mampu menampung 10 orang dengan kapasitas berat maksimal 600 kg. Begitu tingginya kecepatan lift, telinga para penumpang terasa berdengung. Meski kecepatan cukup tinggi, lift sama sekali tidak bergoyang.
"Telinga pengang (berdengung) karena kecepatan cukup tinggi," tambah Haryadi.
Secara keseluruhan di dalam gedung Sahid Sudirman Center terdapat 22 lift penumpang, 3 lift parkir, 2 lift service, dan 1 lift executive.
Tidak hanya lift, Gedung Sahid Sudirman Center juga dilengkapi alat canggih pendeteksi kebakaran di dalam gedung. Masing-masing lantai dilengkapi sensor sensitif agar kebakaran cepat dicegah dan ditekan.
"Sistem gedung ini sudah teruji aman. Kalau terjadi kebakaran dibantu pemadaman dari luar itu teknologi sudah ketinggalan, jadi kita buat sistem pemadaman dari dalam gedung. Kita punya sensor sensitif pendeteksi kebakaran," jelasnya.
5. Biaya Sewa Pakai Hitungan Dolar AS
|
|
"Kalau sewa itu tergantung, kalau luas lebih besar lebih murah, dibandingkan yang kecil-kecil (petakan). Kalau besar antara US$ 35-40/meter/bulan. Kalau yang kecil US$ 55/meter/bulan," ungkap Vice President Sahid Group Exacty Sukamdani Suryantoro.
Suryantoro menjelaskan, dari 50.000 meter persegi unit yang disewakan saat ini tinggal tersisa 10.000 meter. Segmen perusahaan yang menyewa di Sahid Sudirman Center beragam, mulai dari perusahaan terbuka hingga perbankan.
Walau cukup tinggi tarif sewanya, unit yang dijual hampir sebagian besar sudah habis. Tinggal tersisa 1 lantai dengan luas area 2.900 meter persegi.
"Yang dijual tinggal secondary market itu harganya kalau mau beli US$ 5.000 (Rp 65 juta)/meter persegi," tambahnya.
Penggunaan nilai mata uang dolar dilakukan, karena hampir sebagian besar komponen pembuatan gedung ini masih dari impor, seperti lift, baja dan sebagainya. "Kenapa pakai dolar? Karena itu sesuai leasing agent seperti itu. Tetapi begitu aturannya," katanya.
Ia juga menjelaskan, harga sewa dan jual yang dipatok Sahid Group sudah sesuai dengan perhitungan perusahaan, seperti komponen bangunan serta lokasi gedung di Jalan Sudirman yang cukup strategis.
"Kita yakin minat investasi di sini cukup tinggi karena lokasi di grade A, dan marketnya itu perusahaan internasional. Jadi kebutuhan cukup tinggi, dan suplainya gedung perkantoran di Jakarta Pusat masih agak terbatas. Kita masuk pada momen yang tepat sehingga respons market tinggi," tandasnya.
Halaman 2 dari 6











































