Monaco Bay, yang merupakan superblok terintegrasi yang dilengkapi 3 tower apartemen atau kondominium setinggi 40 lantai dengan masing-masing tower ada 400 unit apartemen, digadang-gadang menjadi bangunan tertinggi di Indonesia Timur.
Selain kondominium, kawasan yang bakal menjadi ikon baru Manado, akan dibangun sekolah internasional, rumah sakit Siloam, pelabuhan yacht, hotel bintang 5 dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kagum dengan Manado karena pendapatan masyarakatnya tinggi. Ini karena kota Manado sumber palawija, cengkeh, kelapa, kopra. Harga kopra juga tetap tinggi. Bumi Manado sangat kaya," jelas Ivan di sela-sela acara Grand Preview Monaco Bay di Hotel Aryaduta, Manado, Rabu (25/3/2015)
Selain itu, perkembangan ekonomi dan perkembangan sektor properti di kota utara Pulau Sulawesi ini juga tinggi. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara diperkirakan mencapai 7,6 -8% atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
"Alasan kedua adalah pertumbuhan ekonomi tinggi," katanya.
Ivan menambahkan, masyarakat Manado yang hanya berjumlah kurang lebih 400.000 jiwa umumnya sudah tersentuh jenjang pendidikan yang baik, bahkan banyak di antara mereka yang berkarir ke Jakarta.
Sehingga keberadaan sebuah properti terintegrasi seperti apartemen, hotel, rumah sakit akan terbantu dengan ketersedian sumber daya manusia yang mendukung.
Selain itu, budaya atau gaya hidup masyarakat Manado sudah dekat dengan kehidupan global, termasuk dalam hal berbusana. Hal ini karena kawasan Manado sudah menjadi tujuan wisata Bahari dunia termasuk dari barat maupun timur.
"Manado sudah cukup lengkap," katanya.
Ivan menambahkan, Lippo juga berkomitmen membantu pemerintah dalam menopang industri pariwisata di Tanah Air yang saat ini sedang digenjot oleh pemerintahan Presiden Jokowi.
Misalnya kebijakan penghapusan visa untuk 26 negara akan berpotensi menambah jumlah wisatawan, sehingga butuh dukungan infrastruktur seperti hotel, pusat perbelanjaan dan lainnya.
"Seperti di Bali, penduduk lokal sangat sejahtera dibandingkan wilayah lain. Kita harapkan Manado bisa, bahkan sudah menyusul," kata Ivan.
Ia optimistis dengan dukungan infrastruktur pendukung wisata khususnya dari sektor properti maka Manado akan menjadi tujuan wisata nomor dua setelah Bali. Bahkan, Manado berpeluang mengalahkan kota wisata Monaco di Eropa dan Singapura.
"Upaya menarik turis itu akan sukses kalau mereka merasa nyaman. Manado sudah siap tinggal fasilitas apa yang kita siapkan," jelas Ivan.
Sementara itu, Chief of Marketing Lippo Home Jopy Rusli mengatakan pola gaya hidup masyarakat Manado pun mendukung keberadaan proyek hunian vertikal. Ia mengatakan dari 400 unit tower apartemen Monaco Suites, sebanyak 80% dibeli oleh orang Manado termasuk pengguna maupun investor.
(hen/ang)











































