PTPP Dapat Kontrak Baru Rp 6,7 Triliun Dalam 3 Bulan

PTPP Dapat Kontrak Baru Rp 6,7 Triliun Dalam 3 Bulan

- detikFinance
Rabu, 08 Apr 2015 10:40 WIB
PTPP Dapat Kontrak Baru Rp 6,7 Triliun Dalam 3 Bulan
Jakarta - PT PP Tbk (PTPP) meraih kontrak baru sebesar Rp 6,7 triliun di akhir Maret 2015. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan perusahaan sebesar Rp 3,2 triliun.

Dengan adanya kontrak baru tersebut total order book sampai dengan akhir Maret mencapai Rp 35,7 triliun termasuk carry over 2014 sebesar Rp 29 triliun.

"Kontrak baru perseroan sepanjang kuartal I-2015 mencapai 25% dari total target yang ditetapkan perseroan sepanjang tahun ini, yaitu sebesar Rp 27 triliun. Target kontrak baru tersebut naik 30% dari realisasi perolehan sepanjang tahun 2014 sebesar Rp 20,24 triliun," kata Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo dalam siaran pers, Rabu (8/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa proyek baru yang telah diperoleh Perseroan, antara lain:

  • Reklamasi Mandala City di Makassar Rp 2,5 triliun
  • One Otium Residence Antasari di Jakarta Rp 472 miliar
  • Manhattan Greenland Rp 351 miliar
  • Apartemen Gunawangsa di Surabaya Rp 327 miliar
  • CBD di Karawaci Rp 312 miliar
  • Casa Condotel di Bintan Rp 242 miliar
  • Apron Bandara Ahmad Yani di Semarang Rp 141 miliar
  • Gedung Jasa Marga di Jakarta Rp 112 miliar
  • Rumah Budaya Indonesia di Dili, Timor Leste Rp 77 miliar
Di samping itu, perolehan kontrak baru di akhir Maret tersebut juga dikontribusi oleh penjualan anak usaha perseroan, yaitu PT PP Properti sebesar Rp 493 miliar, PT PP Pracetak Rp 258 miliar dan PT PP Peralatan Rp 51 miliar.

Guna mendukung peningkatan laba di tahun 2015, perseroan telah melakukan berbagai aksi korporasi, antara lain penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II sebesar Rp 300 miliar yang telah dilaksanakan pada awal Februari 2015.

Perseroan melalui anak usahanya, PT PP Pracetak saat ini sedang dalam proses pendirian pabrik pracetak baru di Lampung dengan kapasitas produksi sebesar 200 ribu ton per tahun.

Di bisnis peralatan konstruksi, yaitu PT PP Peralatan saat ini sedang dalam persiapan untuk mengembangkan bisnis bored pile.

Sedangkan, PT PP Properti meneruskan pembangunan proyek Grand Kamala Lagoon tower kedua di Kalimalang setelah tower pertama sejumlah 1,688 unit ludes terjual dalam waktu 7 bulan.

Begitu pun proyek Grand Sungkono Lagoon di Surabaya saat ini juga meneruskan pembangunan tower kedua setelah tower pertama sejumlah 508 unit habis terjual dalam waktu 7 bulan.

Selain itu, PP Properti juga meluncurkan produk baru, yaitu apartemen Ayoma di Serpong, apartemen Payon Amartha di Semarang, dan The North East Square di Surabaya. PP Properti juga bersinergi dengan perusahaan lain untuk mengembangkan lahan, salah satunya dengan BPJS di lahan seluas 0,5 hektar di Jakarta.

(ang/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads