Jokowi Groundbreaking Proyek 10.000 Rusunawa Semarang Akhir April

Jokowi Groundbreaking Proyek 10.000 Rusunawa Semarang Akhir April

- detikFinance
Selasa, 14 Apr 2015 14:15 WIB
Jokowi Groundbreaking Proyek 10.000 Rusunawa Semarang Akhir April
Semarang - Jelang groundbreaking pembangunan 10.000 rusun sederhana sewa (rusunawa) bagi pekerja di Kabupaten Semarang, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk berkoordinasi.

Hanif mengatakan groundbreaking akan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Semarang tanggal 30 April mendatang. Di Jawa Tengah, pembangunan rusunawa dilakukan di Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Magelang.

"Kita lakukan percepatan pembangunan 10 ribu unit rumah bagi pekerja. Groundbreaking rencananya akan dilakukan oleh Presiden Jokowi di Kabupaten Semarang," kata Hanif usai pertemuan dengan Gubernur Jateng di Semarang, Selasa (14/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawa Tengah merupakan salah satu dari 14 provinsi yang jadi lokasi pembangunan 10.000 rusunawa. Lokasi yang dipilih yang berdekatan dengan kawasan industri dan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Syaratnya (penghuni) ya buruh dan upah terendah, nanti ada kriteria teknisnya," pungkas Hanif.

Pembiayaan dari proyek tersebut berasal dari APBN melalui anggaran Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk 7.600 unit dan non APBN yaitu BPJS Ketenagakerjaan untuk 2.400 unit.

"Dari 7.600 unit yang dibangun Kemen PUPR, 1.724 unit sudah siap, sisanya masih penjajakan lokasi. Sementara itu dari 2.400 unit yang dibangun BPJS Ketenagakerjaan, 1.100 unit sudah siap dan 1.300 lainnya masih penjajakan," terang Hanif.

Pembanguan 10.000 rusunawa merupakan bagian dari program sejuta rumah. Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Wapres RI, maka program tersebut akan dilaksanakan melalui APBN sebesar Rp 11,7 triliun dengan target 334 ribu unit dan dari non-APBN sebesar Rp 63,5 triliun sebanyak 660 ribu unit rumah.

"Ini upaya negara dalam rangka kesejahateraan buruh agar meningkat dengan cara menekan pengeluaran mereka dari segi perumahan. Tahun ini target 10 ribu unit," tegasnya.

(alg/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads