"Tahun ini kita bangun serentak di 5 lokasi. Bandung ada 2 lokasi, Surabaya ada 1 lokasi, Bekasi ada 1 lokasi, Karawang ada 1 lokasi," kata Direktur utama Ridwan Abdul Muthalib saat peluncuran Apartemen Tamansari Mahogany di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2015).
Ridwan optimistis produk hunian vertikalnya bakal terserap di pasar meskipun saat ini masih dibayang-bayangi perlambatan ekonomi. Alasannya, kebutuhan hunian untuk kelas memengah masih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membiayai proyek tersebut, WIKA Gedung akan mengeluarkan belanja modal Rp 400 sampai Rp 500 miliar pada tahun ini. Dana lain diambil dari pembiayaan perbankan dan dana hasil penjualan apartemen yang telah dijual sebelum bangunan dibangun.
Dari bisnis jualan hunian apartemen kelas menengah ini, WIKA Gedung memproyeksi memperoleh pendapatan Rp 2 triliun dengan laba sekitar Rp 100 miliar pada tahun 2015.
"Pendapatan WIKA Gedung Rp 2 triliun dengan laba Rp 100 miliar. Angka ini naik 25% dari tahun sebelumnya," ujarnya.
(feb/ang)











































