Bank BUMN ini mendirikan BTN Housing Index (BTNHI), sebuah indeks yang menggambarkan perkembangan harga unit rumah dan bangunan. Lokasinya di di Jalan Hos Cokroaminoto, No.95 Menteng Jakarta Pusat.
Direktur Mortgage and Consumer Landing BTN Mansyur S Nasution mengklaim harga yang terbentuk dalam indeks BTNHI ini sangat akurat sehingga bisa dijadikan rujukan dalam melakukan pertimbangan pembangunan maupun pembiayaan perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan dalam indeks BTNHI bisa tergambar harga satuan unit rumah dengan tipe tertentu pada sebuah lokasi. "Misalnya di Depok rumah ukuran 36 meter persegi itu harganya berapa? Ukuran 41 meter persegi berapa? dan seterusnya," kata Mansyur.
Selain menggambarkan harga yang berlaku di satu lokasi, indeks ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang mampu mencatat tren perubahan harga unit properti dalam kurun waktu tertentu yang dihitung setiap 3 bulan.
Sebagai salah satu contoh Mansyur menjelaskan BTNHI untuk rumah tapak secara nasional tipe di bawah 36 meter persegi tumbuh melambat pada triwulan IV tahun 2014 setelah pada periode-periode sebelumnya mengalami kenaikan.
BTNHI untuk tipe di bawah 36 tercatat sebesar 118,9 atau tumbuh 3,84% (secara triwulanan/qoq). Sementara untuk harga rata-rata untuk tipe rumah tipe di bawah 36 naik 3,99% atau tumbuh lebih rendah dibandingkan Triwulan II dan III-2014 yang masing-masing naik 8,55% dan 8,79%. Harga rata-rata untuk tipe ini tercatat sebesar Rp 221,3 juta pada triwulan IV tahun 2014.
Untuk mendapatkan angka yang akurat tersebut, pihaknya didukung oleh tim riset berpengalaman yang sudah menangani pembiayaan perumahan lebih dari 25 tahun.
BTNHI dikalim lebih akurat ketimbang Indeks Harga Properti Residensial yang diterbitkan Bank Indonesia (HPRBI).
"BTNHI dihitung berdasarkan transaksi riil nasabah Bank BTN. Sementara HPRBI berdasarkan harga listing pengembang yang dijadikan responden. Penyusunan harga dalam BTNHI mencakup primer dan sekunder sedangkan HPRBI hanya mencakup harga sekunder. Makanya data kami lebih akurat karena benar-benar berdasarkan nilai transaksi yang terjadi di lapangan," katanya.
Untuk dapat melihat indeks harga dalam BTNHI ini, pemerintah, pengembang dan masyarakat umum dapat langsung mendatangi BTN Housing Finance Center Office yang berlokasi di Jala n Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat.
Rencananya, indeks ini akan diluncurkan secara online sehingga masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengaksesnya melalui komputer atau telepon pintar (smartphone).
"Kami optimistis BTN Housing Index akan menjadi bagian strategis dalam pengembangan bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia karena dikelola langsung dari sumbernya," jelas Mansyur.
(dna/hen)











































