Pemerintahan Jokowi Targetkan Pangkas 50% Kekurangan Rumah Jadi 6,8 Juta Unit

Pemerintahan Jokowi Targetkan Pangkas 50% Kekurangan Rumah Jadi 6,8 Juta Unit

- detikFinance
Kamis, 23 Apr 2015 16:42 WIB
Pemerintahan Jokowi Targetkan Pangkas 50% Kekurangan Rumah Jadi 6,8 Juta Unit
Jakarta - Pemerintah mulai membangun program sejuta rumah pada akhir April 2015. Program ini untuk memenuhi kebutuhan dari kurang pasokan (backlog) rumah yang jumlahnya mencapai 13,5 juta unit. Targetnya dalam 4 tahun ke depan bisa susut 50% menjadi 6,8 juta unit saja, dengan pembangunan rumah 1 juta unit lebih per tahun.

Plt Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Syarief Burhanuddin menuturkan, di tahun ini, kebutuhan untuk membangun program sejuta rumah sebesar Rp 56 triliun. Sedangkan pemerintah melalui anggaran Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat menganggarkan ‎Rp 8,1 triliun.

"Pemerintah hanya mampu 10%, atau 98.700 unit yang bisa dibangun melalui dana APBN," tutur Syarief di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jalan Pattimura, Jakarta, Kamis (23/4/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syarief mengatakan, ‎di tahun ini, akan ada 600.000 unit rumah tapak ataupun vertikal (rusun/apartemen) yang bakal mulai dibangun. Sulit menurutnya untuk bisa mengatasai kurang pasok perumahan yang jumlahnya 13,5 juta itu, juga menurutnya membutuhkan waktu yang tidak singkat.

"Kita target di 2019 itu tinggal 6,8 juta unit, dari backlog (kurang pasok) 13,5 juta," tuturnya.

‎Untuk melancarkan program ini, pemerintah pun bakal meningkatkan supply dan demand. Dia mengatakan, pemerintah tengah mengkaji beberapa regulasi baru bagi konsumen agar dapat kemudahan memiliki rumah, salah satunya adalah bunga 5% untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Pengembang, lanjut Syarief akan bergairah membangun bila barang dagangannya laku.

"Pengembang itu maunya cuma produknya laku," tutupnya.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads