Plt Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Syarief Burhanuddin menuturkan, di tahun ini, kebutuhan untuk membangun program sejuta rumah sebesar Rp 56 triliun. Sedangkan pemerintah melalui anggaran Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat menganggarkan Rp 8,1 triliun.
"Pemerintah hanya mampu 10%, atau 98.700 unit yang bisa dibangun melalui dana APBN," tutur Syarief di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jalan Pattimura, Jakarta, Kamis (23/4/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita target di 2019 itu tinggal 6,8 juta unit, dari backlog (kurang pasok) 13,5 juta," tuturnya.
Untuk melancarkan program ini, pemerintah pun bakal meningkatkan supply dan demand. Dia mengatakan, pemerintah tengah mengkaji beberapa regulasi baru bagi konsumen agar dapat kemudahan memiliki rumah, salah satunya adalah bunga 5% untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Pengembang, lanjut Syarief akan bergairah membangun bila barang dagangannya laku.
"Pengembang itu maunya cuma produknya laku," tutupnya.
(zul/hen)










































