Bangunkan Rumah untuk Buruh, Jokowi: Saya Pesan 1 Mei Aman

Bangunkan Rumah untuk Buruh, Jokowi: Saya Pesan 1 Mei Aman

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2015 15:56 WIB
Bangunkan Rumah untuk Buruh, Jokowi: Saya Pesan 1 Mei Aman
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen akan membangunkan 10.000 unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang terjangkau bagi para buruh. Pembangunan Rusunawa ini bagian dari target pembangunan 1 juta unit rumah.

"Saya mau tunjukkan kita serius bangun perumahan untuk rakyat dan buruh. Tapi butuh waktu untuk dikerjakan. Saya ingin sampaikan pesan agar 1 Mei (hari buruh) aman," seru Jokowi saat groundbreaking rusunawa di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2015)

Menurut Jokowi, para buruh boleh saja berdemo menyampaikan aspirasinya, namun tak harus anarkis. Ia berharap aksi demo buruh tak perlu dikhawatirkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€Ž"Itu bukan demo. Itu ekspresi kegembiraan merayakan hari buruh. Tidak apa-apa ratusan ribu buruh keluar. Asal dijaga dengan baik. Kita harus mulai menghargai hal-hal tersebut. Tidak perlu ditanggapi dengan persepsi negatif," katanya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Ghani Nena Wea mengatakan pada 1 Mei 2015, akan ada 150.000 buruh di Jakarta dan 3,5 juta di seluruh dunia ikut aksi May Day.

"Saya pastikan bahwa 1 Mei aman dan tidak perlu dikhawatirkan. Tidak ada tutup jalan tol dan lokasi strategisnya serta tidak ada perusakan aset negara dan pemerintah," katanya.

Hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya resmi memulai program pembangunan 1 juta rumah di 2015. Peluncuran program ini dipusatkan di Jalan Karimun Jawa, Ungaran, Semarang Jawa Tengah.

Proyek hunian yang dibangun di Ungaran adalah dua tower Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) tipe T24 terdiri dari 96 kamar dan T36 dengan 70 kamar.

Jokowi didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek, Menteri Kordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. Selain itu, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

(hen/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads