Acara bertajuk REI Expo 2015 ini dimotori oleh PT Debindomulti Adhiswasti, dan melibatkan 150 perusahaan pengembang properti, yang mengembangkan kawasan pemukiman dan properti di lebih dari 175 lokasi.
"Unit properti yang ditawarkan dari mulai ruko, apartemen, rumah, condotel, dan lain-lain. Harga mulai Rp 120 jutaan. Kisaran lokasi juga sangat luas mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Balikpapan, Batam, Lombok, Bali, dan sebagainya," ujar Ketua Umum DPP REI,β Eddy Hussy dalam sambutannya pada acara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy melanjutkan, acara ini sendiri juga dimaksudkan untuk membangkitkan kembali iklim industri properti yang sempat melambat di 2014 sebagai akibat perlambatan ekonomi di tahun pemilu tersebut.
"Kami tentunya dengan acara ini ingin membangkitkan industri properti. Tahun 2014 sempat melambat karena banyak yang menunda bertransaksi properti karena tahun pemilu. Tahun 2015 ingin kita bangkitkan lagi karena memang kondisi sudah lebih baik," tuturnya.
Dari acara ini, ia menargetkan bisa terjadi transaksi penjualan hingga Rp 3 triliun, yang bekerjasama dengan BNI, dengan berbagai penawaran menarik selama acara dari mulai persetujuan cepat (Instant Approval), biaya provisi rendah hanya 0,5% dan bebas biaya administrasi.
Nilai Properti Selalu Naik
Eddy Hussy mengatakan, agar masyarakat tidak menunda rencana membeli hunian, karena harga hunian selalu naik setiap tahunnya. Bahkan, lanjut dia, di saat ekonomi melambat nilai properti tetap mengalami kenaikan mengikuti tingkat inflasi.
"Tahun 2014-2015 memang bisa dikatakan ada perlambatan ekonomi. Tapi harga hunian tetap naik mengikuti inflasi. Saya bilang, kalau orang punya uang jangan beli yang lain-lain dulu, tapi dahulukan beli rumah karena akan selalu mengalami kenaikan," tutur dia.
(dna/dnl)











































