Program rumah murah tersebut diusung pemerintah dan diluncurkan Presiden Joko Widodo pekan lalu dengan nama Program Satu Juta Rumah. Harga rumah yang dijual sudah ditetapkan pemerintah dan juga diberikan subsidi uang muka dan bunga.
Ketua Umum DPP REI, Eddy Hussy menuturkan, REI siap membangun sebanyak 2017 ribu unit rumah tapak dan 30 ribu unit rumah susun tersebar di seluruh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy mengatakan, harga yang ditetapkan pun masih tergolong murah meski untuk rusun, berbeda dengan yang dibangun Perumnas. Eddy menuturkan, REI menunggu peraturan pemerintah mengenai pembebasan pajak pertambahan nilai 10% untuk rusun.
"Rusunami kita masih punya kendala untuk PPH 10% belum terbit. Kami mengajukan ke harga maksimum ke Rp 10 juta," tutur Eddy.
Dengan begitu, harga rusun tipe studio dengan luas 21 meter persegi dibanderol dengan harga sekitar Rp 210 juta.
"Itu kan harga maskimum. Tergantung daerahnya. Kalau dibangun tipe 20 jadi Rp 200 juta. Tapi itu maksimum (Rp 10 juta), tidak semua akan bangun dengan Rp 10 juta," katanya.
Sedangkan untuk rumah tapak harganya telah ditetapkan berdasarkan zonasi, maksimal Rp 144 juta untuk tipe 36 meter persegi.
Berikut ini rincian hunian tapak dan Rusunami yang akan dibangun oleh anggota REI di 33 provinsi:
- DKI Jakarta sebanyak 2.333 unit
- Jawa Barat Sebanyak 30.000 unit
- Jawa Tengah Sebanyak 10.000 unit
- Jawa Timur sebanyak 30.000 unit
- Sumatera Utara sebanyak 7.500 unit
- Sumatera Selatan sebanyak 15.000 unit
- Sumatera Barat sebanyak 7.000 unit
- Kalimantan Selatan sebanyak 15.000 unit
- Kalimantan Timur sebanyak 1.920 unit
- Riau sebanyak 8.000 unit
- Sumatera Selatan sebanyak 15.000 unit
- Lampung sebanyak 5.500 unit
- Bali sebanyak 1.000 unit
- Sulawesi Utara sebanyak 3.500 unit
- Kalimantan Barat sebanyak 7.500 unit
- Aceh sebanyak 2.500 unit
- Kalimantan Tengah sebanyak 2.500 unit
- Nusa Tenggara Barat sebanyak 2.300 unit
- Sulawesi Tenggara sebanyak 1.000 unit
- Sulawesi Tengah sebanyak 3.000 unit
- Papua sebanyak 3.000 unit
- Maluku sebanyak 500 unit
- Jambi sebanyak 5.000 unit
- Bengkulu sebanyak 5.500 unit
- Nusa Tenggara Timur sebanyak 1.000 unit
- Banten sebanyak 20.000 unit
- Bangka Belitung sebanyak 2.500 unit
- Batam sebanyak 5.500 unit
- Maluku Utara sebanyak 250 unit
- Gorontalo sebanyak 1.000 unit
- Kepulauan Riau sebanyak 1.172 unit
- Sulawesi Barat sebanyak 1.100 unit
- Papua Barat sebanyak 650 unit










































