Salah satunya dengan tidak membangun area parkir mobil di dalam proyek Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) atau pun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dibangun pemerintah dalam program 1 juta rumah di 2015.
"Dalam pertemuan dengan Pak Wapres (Jusuf Kalla) memang sempat disinggung. Ada yang konsepnya kalau dibikin rusunawa atau rusunami tidak dilengkapi dengan area parkir," ujar Basukiβ kepada detikFinance, di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada pemikiran justru yang tinggal di situ difasilitasi dengan transportasi umum. Karena itu yang lebih dibutuhkan buruh supaya mereka hidupnya lebih hemat. Biaya-biaya banyak yang bisa disimpan," kata Basuki.
Pendekatan teknis lainnya adalah dengan menetapkan besarnya unit hunian yang dibangun untuk buruh tidak memiliki luas yang terlalu besar yakni hanya 24 meter persegi.
Ada dua keuntungan yang bisa dicapai lewat pendekatan teknis ini. Pertama yakni menghindari orang kaya bermobil untuk mengisi hunian yang dibangun pemerintah tersebut sekaligus mengurangi beban pengeluaran buruh untuk transportasi.
"Karena orang yang lebih mampu dia pasti akan pindah dari rusunami atau rusunawa yang ukurannya hanya 24 meter persegi. Makanya tipenya kita buat 24 meter persegi," katanya.
(dna/hen)











































