Marjin laba bersih anak perusahaan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ini juga turun menjadi 32% dari sebelumnya yang mencapai 46,1%.
"Ini tantangan berat bagi industri properti," kata Direktur Utama DUTI Lie Jani Harjanto saat konferensi pers di Hotel J Marriot, Jakarta, Rabu (6/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendapatan sewa berkontribusi 35% dari total pendapatan DUTI. Pertumbuhan pendapatan sewa ini terutama membaiknya permintaan atas unit-unit perkantoran dan perbelanjaan di lokasi-lokasi strategis yang memang menjadi fokus kami," latanya.
Sementara itu, pendapatan dari penjualan unit-unit properti, tanah, rumah, dan ruko tercatat Rp 165,20 miliar atau turun dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 248,81 miliar.
Penjualan unit-unit tersebut masih sebagai penyumbang utama yang berkontribusi 45% dari total pendapatan.
Arus kas perseroan dari aktivitas operasional DUTI tercatat Rp 87,10 miliar, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,61 miliar.
Penerimaan kas dari konsumen naik menjadi Rp 445,29 miliar dari sebelumnya Rp 327,23 miliar. Posisi kas tercatat Rp 1,41 triliun atau lebih tinggi dari kewajiban jangka pendek yang harus dipenuhi sebesar Rp 1,09 triliun di akhir Maret 2015. Total aset teracatat Rp 8,34 triliun yang didanai oleh ekuitas sampai dengan 60%.
(drk/ang)











































