Perseroan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar Rp 700 miliar, yang salah satu penggunaannya untuk merampungkan proyek ini. Seluruh capex disiapkan dari internal kas perseroan.
"Kita bangun superblok di Tanjung Barat, dan memerlukan pendanaan untuk konstruksi.di situ nanti ada mal, office, kondominium, apartemen. Kita tagetkan pre sales untuk kondominium di tahun 2015 Rp 330 miliar," kata dia saat konferensi pers di JW Marriot Hotel, Jakarta, Rabu (6/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, perseroan juga menggarap proyek Taman Permata Buanadi Jakarta Barat seluas 1,8 hektar. Di situ akan dibangun 2 kondominium dan 18 town house yang rencananya akan diluncurkan pada semester kedua tahun ini dengan nilai proyek Rp 2 triliun.
Meskipu perekonomian Indonesia tengah melambat yang diikuti anjloknya kinerja perseroandikuartal I-2015, perseroan masih optimis jika tahun ini bisnis properti masih akan menggeliat.
"Tantangan berat bagi industri properti di 2014, ada pembatasan LTV, pembatasan pembelian properti, ditambah situasi politik 2014 pilpres dan pemilihan parlemen. Para konsumen cenderung menunggu. Di kuartal satu melihat demand sudah membaik, sinyal positif mulai ada," tandasnya.
(drk/ang)











































