Laba PT Properti Melonjak 23 Kali Lipat Jadi Rp 80 Miliar

Laba PT Properti Melonjak 23 Kali Lipat Jadi Rp 80 Miliar

Angga Aliya - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2015 07:45 WIB
Laba PT Properti Melonjak 23 Kali Lipat Jadi Rp 80 Miliar
PP Properti saat mencatat saham di BEI (Foto: Idris/detikFinance)
Jakarta - PT PP Properti Tbk (PPRO) membukukan lonjakan laba bersih sebesar 23 kali lipat atau menjadi Rp 80,32 miliar pada triwulan I-2015 dibandingkan periode yang sama tahun 2014.

"Lonjakan laba bersih tersebut tidak lepas dari lonjakan pendapatan usaha selama triwulan I-2015 yang tumbuh 12 kali lipat menjadi Rp 387,89 miliar dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 14,29 miliar," kata Direktur Keuangan & Corporate Secretary PP Properti Indaryanto, dalam siaran pers, Kamis (3/6/2015).

Kontribusi pendapatan terbesar bersumber dari segmen penjualan realti yang berkontribusi 96% atau sebesar Rp 373,12 miliar dari total pendapatan usaha perseroan. Sedangkan segmen pendapatan berulang (recurring income) berkontribusi 4% atau sebesar Rp 14,77 miliar.

Sedangkan laba kotor tercatat sebesar tumbuh 13 kali lipat menjadi Rp 117,70 miliar dibandingkan pencapaian triwulan I-2014 sebesar Rp 8,71 miliar.

Setelah dikurangi beban usaha sebesar Rp 9,20 miliar, Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 108,50 miliar atau tumbuh 23 kali lipat year-on-year.

"Pertumbuhan dan pencapaian kinerja sepanjang triwulan I-2015 berada pada jalur-nya. Kami telah mengamankan 25% dari target pendapatan 2015 sebesar Rp 1,64 triliun. Pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun 2015 akan ditopang oleh penjualan unit-unit properti unggulan kami yang tersebar di Jakarta, Bogor, Semarang dan Surabaya.”

Beberapa proyek utama yang sedang digarap dan akan menjadi sumber pendapatan Perseroan di masa mendatang di antaranya:
- Grand Kamala Lagoon, proyek mixed used premium seluas 25 ha di Bekasi yang telah dimulai pengerjaannya sejak 2014 lalu. Perseroan telah memperkenalkan dua tower yakni Emerald Tower dan Barclay Tower. Perseroan menargetkan Grand Kamala Lagoon dapat memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 100 triliun yang terbagi dalam beberapa tahap.
- Grand Sungkono Lagoon, proyek mixed used seluas 3,5 ha di Surabaya. Kawasan yang menurut rencana akan dilengkapi dengan kawasan perkantoran, mall dan apartemen ini telah mulai dibangun sejak 2014 lalu dan ditargetkan mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 8 triliun.
- Grand Dharmahusada Lagoon, Surabaya adalah kawasan mixed used yang terletak di daerah strategis di Surabaya berdekatan dengan Universitas Airlangga dan ITS, Rumah Sakit Haji Surabaya dan pusat perbelanjaan Galaxy Mall. Kawasan yang menempati area seluas 4,2 ha tersebut ditargetkan meraup pendapatan sebesar Rp 10 triliun.
- The Ayoma Apartement, apartemen kelas menengah-atas dengan konsep green building berdiri di atas lahan seluas 1 ha dengan target pendapatan mencapai Rp 1 triliun.

Proyek-proyek tersebut akan menjadi kontributor pendapatan Perseroan dan akan memberikan kontribusi positif atas target-target Perseroan seperti target marketing sales 2015 sebesar Rp 2,5 triliun.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads