Direktur Utama PT PP Bambang Triwibowo mengungkapkan, jumlah tersebut melebihi target yang ditetapkan perseroannya yakni sebesar Rp 8,6 triliun.
Jumlah tersebut tumbuh 48% dibandingkan perolehan kontrak baru pada periode yang sama di 2014 sebesar Rp 6,63 triliun.
Sehingga total order book sampai akhir mei mencapai Rp 38,8 triliun termasuk carry over di 2014 sebesar Rp 29 triliun. Kontrak baru tersebut mencapai 36% dari total target kontrak baru yang ditetapkan Perseroan sepanjang tahun ini, yaitu sebesar Rp. 27 triliun.
"Besarnya nilai proyek-proyek lanjutan (carry over) tahun 2014, seperti Pelabuhan Kalibaru, Dam Lolak, dan banyak lagi, serta perolehan kontrak baru tahun ini, manajemen optimis mampu mencapai kinerja akhir tahun sesuai dengan target yang ditetapkan," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2015).
Guna mendukung peningkatan laba di 2015, Perseroan telah melakukan berbagai aksi korporasi, antara lain penerbitan Obligasi Berkelanjutan I PP Tahap II sebesar Rp 300 miliar yang telah dilaksanakan pada awal Februari 2015.
Berikut proyek baru PT PP Rp 9,8 triliun hingga akhir Mei 2015:
- Jalan Tol Bawen-Solo Rp 339 miliar,
- Jalan Sibolga-Batas Tapsel di Sumatera Utara Rp 236 miliar,
- Sabodam Merapi Rp 61 miliar,
- Jalan Tol Solo-Kertosono (lanjutan) Rp 55 miliar.Β
- Reklamasi Mandala City di Makassar sebesar Rp 2,5 triliun,
- Pelabuhan Kuala Tanjung Rp 897 miliar,
- St. Moritz di Makassar Rp. 576 miliar,
- One Otium Residence Antasari di Jakarta Rp 472 miliar,
- Manhattan Greenland sebesar Rp. 351 miliar,
- Apartemen Gunawangsa di Surabaya sebesar Rp 327 miliar,
- CBD Karawaci di Banten Rp 312 miliar,
- Casia Condotel di Bintan Rp 242 miliar,
- Apron Bandara Ahmad Yani di Semarang Rp 141 miliar,
- Gedung Jasa Marga di Jakarta Rp 112 miliar,
- Rumah Budaya Indonesia di Dili, Timor Leste Rp 77 miliar, dan lainnya.











































