"Lapangan itu hanya dipakai 50 orang per hari. Nggak ada (menyumbang perekonomian). Lapangan golf itu juga nggak menyerap air ternyata," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (23/6/2015).
Keberadaan lapangan golf lokasinya berada di kawasan komplek Kemayoran yang merupakan aset negara yang dikelola melalui Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK). PPKK menggandeng swasta dalam mengelola kawasan termasuk hadirnya pusat perbelanjaa, hingga lapangan golf dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tanah negara. Itu harus untuk rakyat. Yang kita lihat tanah negara dibangun mewah, tapi sekelilingnya kumuh. Ini yang meunurut filosofinya nggak pas. jadi kita ingin rakyat pun menikmati kawasan itu," paparnya.
Sekarang pemerintah telah memulai analisa mengenai wilayah kemayoran untuk dijadikan kawasan perumahan rumah susun (rusun) untuk rakyat. Tim ini dipimpin oleh Kepala Badan Pengembangan Wilayah Infrastruktur Hermanto Dardak. Targetnya konsep rusun rakyat di kawasan ini selesai tahun ini, dan 2016 mulai groudbreaking.
"Saya sudah meminta Badan pengembangan infrastruktur wilayah untuk mempelajari clusternya, saya sudah berikan petanya. Ya tahun ini perencanannya. mungkin tahun depan bangun," terang Basuki.
Pembangunan akan melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Dimungkinkan porsi terbesar pembangunan akan diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta
"Yang jelas dengan DKI dengan pusat. kalau persentasenya belum tahu. Tapi pak Wapres bilang kasih ke Ahok," kata Basuki.
(mkl/hen)











































