Setelah membuka hotel transit pertama di Stasiun Medan, Sumatera Utara, PT KAI melalui anak usahanya yaitu PT Kereta Api Pariwisata membuka hotel transit di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Fasilitas ini, menjadikan Stasiun Gambir sebagai stasiun pertama di Pulau Jawa yang dilengkapi hotel transit.
Ada beberapa hal yang menginspirasi pengembangan hotel transit oleh PT KAI. Bisnis ini terinspirasi dari stasiun-stasiun yang ada di Uni Eropa. Fasilitas ini dinilai sangat bermanfaat bagi para traveler atau pebisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum adanya hotel transit, pengguna jasa kereta atau moda transportasi lain yang tiba di Stasiun Gambir harus mencari lokasi hotel di luar stasiun untuk sekedar beristirahat sejenak sebelum melanjutkan memakai moda kereta atau moda lain.
Hal ini dinilai kurang praktis sebab waktu yang dimiliki pengguna jasa tidak banyak. Apalagi bila mencari hotel di luar, konsumen berhadapan dengan kemacetan ibu kota dan harus memakai moda lain untuk mencapai hotel.
"Sebelum ada hotel transit. Konsumen banyak yang tanya dimana hotel paling dekat dengan stasiun. Untuk cari, perlu waktu dan tidak efisien, padahal traffic di jalan Jakarta sangat tinggi," sebutnya.
Sementara itu, Manajer Operasi dan Pelayanan PT Kereta Api Pariwisata, Teguh Triyono menjelaskan pilihan membangun bisnis hotel transit ini mengikuti permintaan masyarakat pengguna moda kereta dan moda transportasi lainnya.
"Pelanggan kereta api menghendaki layanan untuk transit sambil tunggu keberangkatan moda transportasi lain. Misal datang dari Jateng dan Jatim masih subuh, tapi pesawat jam 9 pagi. Dia bisa istirahat sebentar baru paginya dia naik Damri yang ada di Gambir juga sebaliknya dari bandara mau pakai moda kereta. Sambil menunggu, bisa istirahat di hotel," ujarnya.
Teguh menyebut konsep hotel transit yang berlokasi di stasiun sudah lazim tersedia pada stasiun besar di dunia. Meski demikian, penyediaan fasilitas hotel murni karena adanya permintaan dari masyarakat.
"Sebetulnya kita nggak mengikuti. Cuma kita sediakan layanan yang dibutuhkan masyarakat kalau di stasiun luar negeri standarnya ada," tuturnya.
(feb/hen)











































