"Bila pada kuartal I-2015, penyerapannya bisa mencapai 4.600 unit. Kalau periode ini hanya mencapai 1.400 unit," ujar dia di Kantor JLL, Jakarta, Rabu (8/7/2015)
Artinya, ada penurunan penjualan hingga 69,5% secara kuartalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara keseluruhan, pasar properti mengalami perlambatan di mana sektor hunian jadi satu sektor yang mengalami penurunan signifikan pada periode ini dibanding sektor properti lainnya," ungkap dia.
Ia mengatakan, sejumlah aturan baru pemerintah dari mulai perluasan objek pajak kena PPnBM, transaksi wajib rupiah pada setiap transaksi di dalam negeri hingga dibukanya kesempatan kepemilikan properti asing pun turut mendorong kalangan pengembang maupun calon investor menahan diri alias wait and see.
"Semua orang dengan aturan baru ini butuh penyesuaian jadi cenderung wait and see. Jadi ada penurunan di situ," pungkas dia.
(dna/rrd)











































