Konsorsium 3 pengembang properti keroyokan membangun jalan akses langsung Tol Jakarta-Tangerang di KM 11. Dampak proyek yang menghubungkan perumahan mewah dengan akses tol mendorong naiknya harga tanah di sekitar kawasan.
Ketua Rukun Warga 01 Pondok Bahar, Karang Tengah, Tangerang, Banten Suparno kepada detikFinance mengatakanβ harga tanah di sekitar proyek mencapai Rp 5 juta per meter berkat adanya proyek ini. Padahal 3-4 tahun lalu, harga tanah di kawasan ini hanya Rp 1 juta per meter.
"Padahal, terakhir sekitar 3-4 tahun lalu harganya Rp 1 juta. Makin ke sini makin mahal, Rp 1,5 juta kemudian naik jadi Rp 2 juta. Sampai kemarin ada yang dibebaskan sampai Rp 5 Juta tanahnya saja. Dengan bangunannya bisa Rp 8 juta per meter persegi," ujar Suparno, di kediamannya, Pondok Bahar, Kamis (9/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tambah tinggi lagi kenaikannya waktu ada rencana pembangunan akses tol sendiri. Makin cepat lagi pas fisik jalan aksesnya mulai kelihatan bentuk," katanya.
Di kawasan Kecamatan Karang Tengah Tangerang, Banten, kini sudah hampir selesai proyek akses tol baru yang menghubungkan perumahan mewah dengan pintu tol Karang Tengah, Jakarta-Tangerang.
Penelusuran detikFinance di lokasi proyek pembangunan akses tol baru di KM 11 Jalan Tol Jakarta-Tangerang mencakup Kelurahan Pondok Bahar, Karang Tengah, Tangerang, Banten. Akses tol baru ini dibangun oleh konsorsium 3 pengembang properti yaitu Agung Sedayu dengan proyek Green Lake City, Bina Sarana Mekar (anak usaha Goldland Group) yang punya proyek Puri 11, dan Metlandβ Puri yang punya proyek Puri Metropolitan.
(dna/hen)











































