Orang Asing Boleh Punya Apartemen di RI, Ini Alasan Pemerintah Jokowi

Orang Asing Boleh Punya Apartemen di RI, Ini Alasan Pemerintah Jokowi

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2015 11:12 WIB
Orang Asing Boleh Punya Apartemen di RI, Ini Alasan Pemerintah Jokowi
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi) akan membuat aturan yang mengizinkan orang asing memiliki apartemen di Indonesia. Ada alasan yang melatarbelakangi aturan ini.

Menko Perekonomian, Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah akan memberikan kesempatan kepada warga negara asing (WNA) untuk memiliki properti di dalam negeri.

"Karena banyak sekali ekspatriat di Indonesia yang sebenarnya mereka kalau berhak memiliki properti, maka mereka akan membeli properti itu. Tapi paling penting, kami akan tentukan ukurannya berapa, bukan landed house (rumah tapak). apartemen itu tidak apa-apa, tidak akan dibawa keluar," kata Sofyan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, aturan tersebut tengah dibahas lebih teknis. Sofyan rencananya akan menggelar rapat koordinasi (rakor) yang khusus membahas masalah tersebut. Dia menargetkan, dalam 2-3 bulan ke depan, aturan sudah akan keluar.

"Untuk kepemilikian tanah tidak bisa, karena selama ini penyelundupan hukum terjadi. Di Bali mereka beli landed house tapi dia menikah dulu dengan orang Indonesia. Tapi sebenarnya, daripada penyelundupan hukum kenapa tidak kita formalkan, tapi landed house tidak boleh. jadi apartemen mewah saja yang kita inginkan," papar Sofyan.

Meski asing diperbolehkan memiliki apartemen di Indonesia, namun hak warga negara Indonesia untuk mendapatkan rumah tetap dijamin oleh pemerintah, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

"Mudah-mudahan minggu depan kami bisa rakor, kami umumkan syarat-syaratnya, pajaknya, ukurannya, dan lain-lain. properti itu bagian dari market. Kalau warga negara asing memiliki properti di Indonesia, properti akan berkembang. Kalau orang bisa properti di sini, pensiunan di negara maju yang ingin tinggal di negara tropis bisa beli properti di sini. Saat musim dingin, dia datang ke sini 3 bulan, bisa menciptakan daya beli, membuka lapangan kerja," tutur Sofyan.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads