Subsidi ini dikucurkan lewat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
"Dana FLPP sebesar Rp 5,1 triliun telah terserap habis pada Juli untuk membiayai kredit kepemiikan rumah (KPR) sejumlah 58.000 unit. Terdiri dari bantuan uang muka perumahan Rp 4 juta/rumah, dan mendukung program uang muka KPR 1%," tutur Basuki dalam laporannya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rangka Program 1 Juta Rumah, potensi pembiayaan mencapai Rp 67,8 triliun yang akan dipenuhi sebagian dari APBN, dana bantuan uang muka perumahan dari BPJS ketenagakerjaan, Bapertarum-PNS, PT Taspen dan Perum Perumnas, serta FLPP.
Target masyarakat penerima program ini adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang merupakan konsumen berpenghasilan di bawah dari Rp 4 juta (untuk membeli rumah tapak) dan pendapatan di bawah Rp 7 juta (untuk membeli rusun). Adapun harga rumah untuk MBR adalah antara Rp 115 juta/unit, hingga Rp 165 juta/unit untuk rumah tapak.
Dari sisi pembiyaan, bantuan yang diberikan adalah bantuan uang muka Rp 4 juta/rumah, subsidi bunga KPR menjadi hanya Rp 5% tetap selama 20 tahun serta izin pengajuan KPR dengan DP alias uang muka 1%.
(dna/dnl)











































