China dinilai memiliki teknologi canggih dalam membangun rumah sehingga pembangunan bisa dilakukan lebih cepat 2 kali lipat. Direktur Pemasaran Perum Perumnas, Muhammad Nawir mengatakan rencana kerjasama tersebut sedang dikaji oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Nantinya, Perumnas akan bergerak sebagai perencana, sedangkan pihak China akan melakukan pekerjaan konstruksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nawir menyebut China memiliki teknologi modern dalam membangun rumah. Selain cepat, teknologi perumahan asal China memiliki kualitas yang mumpuni. Bila kerjasama ini bisa terealisasi, maka program penyediaan 1 juta rumah bisa semakin dikebut.
"Kalau di China kan relatif pembangunan dengan sistem pre cast dia bisa lebih cepat. Kalau biasanya per lantai, kita umumnya satu lantai 7-8 hari, dengan teknologi pre cast, dalam satu lantai 3-4 hari. Secara struktur pasti harus sama, kalau kualitas finishing-nya kerapian tentu tergantung dari tukang-tukangnya," tuturnya.
Nawir mengatakan, pembahasan secara lebih rinci tentang program 1 juta rumah saat ini terus dilakukan oleh Kementerian PUPR sebagai penanggungjawab. Termasuk soal regulasi yang memungkinkan keterlibatan investor asing.
"Dalam rangka menarik investasi asing masuk ke dalam juga," tuturnya.
(zul/feb)











































